Skip to content

2037 (2022) – movie review

Rating: 3.5 out of 5.

Cuplikan film ini membuat saya penasaran untuk menontonnya dan ceritanya memang sangat mengharukan dan yang paling utama film ini memiliki pesan penting terutama menyangkut tentang perempuan.

Seorang remaja berumur 19 tahun bernama Yoon Young bercita-cita menjadi pegawai negeri. Ia harus berhenti sekolah sepeninggal ayahnya dan bekerja paruh waktu di cafe untuk membantu ibunya yang adalah seorang tuna rungu. Suatu malam sepulang kerja Yoon Young mengalami pelecehan seksual dan kata-kata si pelaku yang mengancam tidak hanya dirinya tetapi juga ibunya membuat Yoon Young tanpa sadar dipenuhi amarah dan membunuh pria tersebut.

Yoon Young harus menerima kenyataan pahit di pengadilan karena ia tidak memiliki bukti dan cross check pun sulit dilakukan karena pelaku sudah meninggal. Ia pun dijatuhi hukuman penjara 5 tahun dan dipenjara diberi nomor 2037. Tidak berhenti sampai disitu, Yoon Young harus menerima perlakuan keras dari salah satu teman sel nya, dan mengetahui bahwa dirinya hamil.

Tak terbayang bagaimana shocknya seorang Yoon Young menerima setiap kejadian yang menimpa dirinya, apalagi di usia yang masih sangat muda. Saya seakan ikut merasakan apa yang dirasakan Yoon Young, di penjara ia lebih banyak berdiam diri dan memendam setiap masalahnya sendiri. Ketika ia mencoba bunuh diri pun sangat dimengerti apa alasannya.

Setiap karakter teman-teman satu selnya berbeda-beda dan meskipun memiliki latar belakang yang berbeda-beda, ketika mengetahui permasalahan yang dihadapi Yoon Young mereka berusaha mendukung dan menjaga Yoon Young. Walaupun kalau boleh jujur kondisi Yoon Young di dalam penjara digambarkan relatif aman dan cukup banyak yang mendukung Yoon Young.

Satu hal yang menurut saya penting adalah dengan kondisi Yoon Young selain dokter kandungan sebenarnya seorang psikolog pun sangat diperlukan terutama melihat usia dan kondisi Yoon Young yang labil, apalagi ia sampai mencoba bunuh diri.

Ada momen komedi, bahagia, sedih, mengharukan, semua tercampur aduk menjadi satu. Teman-teman satu selnya pun memiliki ceritanya masing-masing yang membuat film ini menjadi lebih menarik. Soon Je yang paling senior dan dulunya adalah seorang guru kemudian melakukan satu kesalahan yang akhirnya sangat ia sesali. Li Ra yang merupakan mucikari tetapi ia yang pertama menyambut Yoon Young dengan ramah dan sangat antusias dengan kehamilan Yoon Young. Seon Su yang terlibat kasus penipuan tetapi kemudian menjadi tahanan teladan dengan seragam pinknya dan hobi membaca buku. Rose yang paling memperhatikan kecantikan dan bercita-cita menikah dan hidup bahagia. Dan yang terakhir adalah Yoo Sa Rang yang karakternya meledak-ledak dan tidak bisa mengendalikan emosinya.

Apa yang terjadi pada Yoon Young sangat mungkin terjadi di dunia nyata. Masa depan seorang perempuan hancur dalam sekejap mata karena pelecehan seksual dan mereka harus berjuang bertahan dengan trauma yang berkepanjangan, merasa hidup dan dirinya sudah tidak berharga untuk mencapai cita-citanya lagi. Rasa malu seakan menahan mereka untuk kembali bangkit dan bukan hanya itu keadilan seakan tak kunjung datang bagi mereka.

Film ini sangat menyentuh dan walaupun masih berada dalam batasan-batasan aman tetapi pesan yang tersirat sangat tersampaikan pada penontonnya.

Sutradara : Hong-jin Mo Penulis Skenario : Hong-jin Mo Pemeran : Hong Ye Ji, Kim Ji Young, Kim Mi Hwa, Hwang Suk Jung, Shin Eun Jung, Jeon So Min, Yoon Mi Kyung

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: