Skip to content

A Banquet (2021) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Film ini bukanlah film yang mudah untuk dijelaskan tetapi storylinenya memang membuat penasaran. Ketidakpastian tentang jalan cerita ini mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat penonton akan bertahan melihat hingga akhir tetapi bagaimana film ini berakhir akan membuat rasa penasaran itu tidak terpuaskan.

Holly merupakan seorang ibu dari dua anak perempuan dan menjadi perawat dari suaminya yang sangat sakit. Film langsung dibuka dengan adegan kematian suaminya yang membuat Holly menjadi janda. Betsey, anaknya yang tertua, terlihat lebih dekat dengan ibunya sementara Izzy hidup dibawah bayang2 kakaknya. Keluarga ini digoncang lagi ketika Betsey mengalami fenomena aneh setelah melihat blood moon ketika berada di rumah temannya.

Film ini terasa ambigu karena tidak banyak membeberkan apa yang sebenarnya terjadi secara detail. Bahkan petunjuk-petunjuk yang diberikan pun tidak menuju ke satu arah yang pasti. Di satu sisi ada adegan dimana kita diperlihatkan bahwa ada kebohongan yang disimpan Betsey tetapi di sisi lain ada petunjuk bahwa hal ini memang nyata. Apa yang dialami Betsey menjadi fokus utama dalam film ini dan sangat menyedot perhatian. Bagaimana Holly berusaha mengobati Betsey sementara ia tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Banyak hal yang terjadi atau paling tidak apa yang kita asumsikan terjadi, gangguan makan, kerasukan, ramalan, supranatural, alien, kiamat. Tidak ada satupun yang dari hal tersebut yang ditunjukkan lebih jelas. Betsey sering mengungkapkan mengenai kiamat tanpa menuju ke arah religius. Depresi, kesedihan dan kebimbangan mewarnai film ini. Kebingungan seorang ibu menghadapi kelainan yang dialami anaknya, diambang keraguan, berusaha memahami apa yang sedang terjadi dan mengapa. Satu hal yang juga melekat di pikiran saya adalah perkataan Betsey yang terus mengatakan bahwa kasih sayang Holly adalah yang terutama dan yang membuat dirinya bisa melalui apa yang akan terjadi.

Ketika nenek June yang skeptis hadir dan menunjukkan betapa Betsey di masa kecilnya mampu berakting dan berbohong menjadi sebuah titik tolak dimana kita mulai meragukan Betsey. Keluarga ini terasa berantakan tetapi seakan tidak terlihat. Film ini tidak menunjukkan sama sekali sisi lain dari Betsey.

Akting dari keempat pemeran utama ini memang luar biasa, ditengah storyline yang ambigu mereka masih tetap mampu memikat dengan karakternya masing2. Intensitas setiap adegan sangat terasa, bahkan adegan dimana Betsey berusaha memakan satu butir kacang polong bisa terasa menegangkan. Selain itu, cerita rakyat tentang Futakuchi Onna menjadi selipan yang menarik sekaligus horror dan cerita dari Jepang ini seakan terkait dengan keseluruhan tema film.

Meskipun saya juga tidak yakin dengan label horror di film ini tetapi banyak hal yang memikat dan menarik dari film “A Banquet” dan saya yakin akan butuh waktu panjang untuk mendiskusikannya, hanya saja seperti sebagian besar penonton, ketidakpastian dan ending cerita ini menutup film dengan 1001 pertanyaan.

Sutradara : Ruth Paxton Penulis Skenario : Justin Bull Pemeran : Sienna Guillory, Jessica Alexander, Ruby Stokes, Lindsay Duncan

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: