Skip to content

Abandoned (2022) – movie review

Rating: 2.5 out of 5.

Film Abandoned merupakan debut perdana sutradara Spencer Squire. Film bergenre psychological horror ini berusaha menggambarkan kondisi psikologis seorang wanita yang mengalami depresi postpartum, pindah ke lingkungan baru dengan banyak hal yang kemudian perlahan mempengaruhinya.

Abandoned diawali dengan adegan Sara dan suaminya Alex yang mencoba suasana baru dengan membeli rumah di pedesaan setelah bayi mereka lahir. Rumah yang sudah cukup lama tak terjual setelah tragedi mengerikan yang terjadi empat puluh tahun lalu sempat membuat Sara ragu untuk membelinya tetapi ia akhirnya memutuskan untuk tetap membeli rumah tersebut.

Dari awal film penonton diperlihatkan bahwa Sara seakan tidak memiliki koneksi dengan bayinya, tidak ada satupun yang dilakukan Sara bisa membuatnya tenang. Liam bahkan tidak mau menyusui langsung dan terus-menerus menangis. Lalu Sara mulai mendengar suara-suara dan mengalami kejadian-kejadian aneh, barang-barang di rumahnya mulai menghilang dan suaminya Alex meragukan penjelasannya.

Abandoned berusaha menggambarkan kondisi psikologis Sara setelah melahirkan. Sebagai mantan guru PAUD yang terbiasa dengan anak-anak, cukup mengejutkan mengetahui bahwa setelah melahirkan ia justru merasa sedih dan tertekan dengan kehadiran Liam. Sara mulai kehabisan cara untuk merasa terhubung dengan Liam.

abandoned-2022-review

Suaminya Alex juga terlihat tidak berempati pada kondisi Sara, apalagi dengan kepindahan mereka ke lingkungan baru dan meninggalkannya berdua dengan Liam. Ia justru sibuk dan frustasi dengan pekerjaan barunya dan mengandalkan Sara untuk pulih dengan sendirinya. Satu adegan dimana Alex langsung membawa Liam yang ditinggalkan di pinggir tangga oleh Sara, masuk ke kamar dan mengunci pintu, membuat saya kesal. Sara memerlukan bantuan tetapi Alex terus menyudutkan Sara walaupun ia tahu kondisinya.

Film ini memang terasa sulit untuk dipahami terutama di bagian akhir. Saya berusaha menginterpretasikan sendiri apa yang dimaksudkan pada adegan akhir. Walaupun pada kenyataannya sebagian besar yang mengalami depresi postpartum membutuhkan bantuan orang-orang terdekat untuk melaluinya, tetapi film ini menggunakan pendekatan yang berbeda dan mungkin akan sulit diterima.

What I thinks is, Sara merasa menjadi bagian dari apa yang pernah terjadi di rumah tersebut dan sejalan bersamaan dengan menyelesaikan misteri tentang masa lalu itu secara tidak langsung juga membuat ia menghadapi dan mengatasi depresinya. Tetapi memang tidak mudah untuk memahami kesimpulan ini terutama ketika di bagian ending tiba2 keadaan berubah 180 derajat dengan sendirinya dan membuat kening saya berkerut.

Satu-satunya hal yang membuat saya tetap tertarik menonton film ini adalah Emma Roberts, ia membuat Sara terasa sangat nyata meskipun secara alur cerita dan detail-detail kecil dalam ceritanya terasa lemah.

Meskipun ada beberapa celah tetapi satu hal yang harus saya akui bahwa bekerja dengan bayi dalam sebuah film bukanlah hal yang mudah tetapi Spencer Squire berhasil menyampaikan dengan cukup baik level stress dan kekhawatiran serta kekalutan yang dirasakan Sara dan sebagian besar ibu pada umumnya.

Sutradara: Spencer Squire Penulis Skenario: Erik Patterson, Jessica Scott Pemeran: Emma Roberts, John Gallagher Jr., Paul Schneider, Michael Shannon

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: