Skip to content

All of Us are Dead (2022) – Netflix series review

Rating: 4 out of 5.

Sebagai penggemar berat film zombie dan setelah puas dengan film series Happiness kali ini saya dihibur kembali dengan zombie series produksi Korea Selatan lainnya dengan latar sekolah. Meskipun awalnya saya merasa ragu dengan pilihan lingkungan sekolah ini tetapi in the end saya merasa puas dan ada beberapa pemain Happiness yang langsung saya kenali muncul di series ini.

Pada episode pertama kita langsung disuguhkan dengan adegan horror, tanpa basa basi. Diawali dengan adegan bullying seorang murid laki2 yang kemudian berkelahi dan terjatuh dari lantai atas gedung tinggi. Anehnya ia masih hidup dan dirawat di sebuah rumah sakit hingga ayahnya mengunjunginya.

Adegan selanjutnya langsung menyorot ke SMA Hyosan dimana seorang murid perempuan, Kim Hyeon-ju sedang membersihkan lab sains ketika ia mendengar suara yang bersumber dari sebuah kotak berisi hamster. Hamster lab tersebut menggigit jari Hyeon-ju ketika ia mencoba menyentuhnya. Pak Lee, guru sains yang tiba2 masuk ke dalam ruangan dan melihat jari Heyon-ju yang tergigit oleh hamster lab miliknya, langsung menariknya dan mengurungnya di dalam ruangan lab tersebut.

Ketika Hyeon-ju terlepas dari ruangan dan menuju kelasnya, Bu Park, On-jo, Su-Hyeok, dan I-sak langsung membawanya ke UKS. Dokter UKS membiusnya sambil menunggu ambulans yang akan membawanya ke rumah sakit tiba. Malangnya dokter UKS ini ternyata tergigit oleh Hyeon-ju ketika berusaha membiusnya, dan virus pun langsung menyebar dengan cepat di SMA Hyosan.

“Kita hidup di dalam sistem kekerasan dan orang biasa takkan bisa mengubah sistem. Daripada mati sebagai manusia, lebih baik bertahan hidup sebagai monster. Mengabaikan kekerasan kecil akan membuat dunia didominasi oleh kekerasan.”

Saya menyukai alur ceritanya yang rapi dan jelas, diawali dengan episode pertama yang menceritakan latar belakang virus lalu di episode dua dimana sebagian besar SMA Hyosan mulai terinfeksi dan di episode tiga ketika virus mulai menyebar ke kota Hyosan. Episode2 berikutnya pun bergantian mulai menyorot beberapa lokasi yang mulai terinfeksi.

Ide awalnya pun bagus, diawali dengan terjadinya bullying dan kekerasan di sekolah, Pak Lee, seorang guru yang baru menyadari anaknya menjadi korban bully ketika anaknya mencoba bunuh diri. Ia melapor ke polisi tetapi mereka tidak berbuat apa2, bahkan kepala sekolah pun tutup mata. Meskipun sekilas terlihat tidak logic tetapi alasan Pak Lee yang menjadi titik mula ini mudah dipahami dan dimengerti.

Meskipun series ini berdasarkan cerita webtoon tetapi konsep ceritanya tetap menyelipkan sesuatu yang berbeda. Virus yang menyebar tiba2 bermutasi meskipun tidak diketahui apa yang menjadi penyebabnya. Dan satu fakta kecil yang belum pernah saya temui adalah bahwa zombie ini sensitif terhadap suara, ketika hujan petir mereka yang tidak penuh berubah menjadi zombie terlihat kesakitan mendengar suara petir.

Ada satu adegan juga yang menurut saya sedikit mengganjal dimana Cheong-san terjatuh ketika berusaha turun ke ruang siaran, ia terlihat terlempar jauh dan tidak mungkin menggapai tali selang tetapi di adegan berikutnya ternyata Cheong-san masih bergantung di tali selang tersebut. Selain itu misteri ketika Pak Lee berubah menjadi zombie tetapi ia tetap terlihat tenang, sama halnya seperti Nam-ra dan Gwi-nam, dan setelah itu justru tidak diperlihatkan lagi apa yang sebenarnya terjadi pada Pak Lee.

Walaupun dengan hal minor yang sedikit mengganjal, sejauh ini belum ada yang bisa mengalahkan film zombie produksi Korea Selatan, bukan hanya dari segi storyline dan karakter manusia didalamnya tetapi ide tentang mutasi zombienya pun benar2 di luar imajinasi. Mengaitkan virus zombie dengan berbagai isu sosial yang terjadi di sekolah pun merupakan ide yang luar biasa. Bukan hanya sekedar horror tetapi pesan didalamnya tersampaikan sekaligus.

Series All of Us are Dead ini sudah bisa ditonton di Netflix mulai 28 Januari 2022.

Sutradara : Lee Jae-Gyu, Kim Nam-Soo Penulis Skenario : Cheon Seong-il, Joo Dong-Geun Pemeran : Yoo-mi Lee, Rich Ting, Yi-Hyun Cho, Park Solomon, Chan-Young Yoon, Park Ji-hu, In-soo Yoo, Byeong-cheol Kim, Jeong Esuz, Ahn Seung-Kyoon, Lee Eun-Saem

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: