Skip to content

Ballad of a White Cow (2020) – movie review

Rating: 3.5 out of 5.

Film ini sangat menarik dan memiliki plot twist yang tak terduga di bagian ending. Ya, ceritanya agak slow dipertengahan tetapi bagian endingnya mungkin membuat penonton mempertanyakan benar salah tindakan yang dilakukan, well sejujurnya dari kejadian awal pun banyak hal yang dipertanyakan seputar benar atau salah.

Babak, suami Mina, ditahan karena telah melakukan pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Setahun setelah hukuman mati dilakukan, pelaku pembunuhan sebenarnya ditangkap dan Babak ternyata tidak bersalah. Pihak pengadilan memanggil Mina dan mengungkapkan niat untuk memberikan kompensasi tetapi Mina menuntut permintaan maaf yang tampaknya tak ingin diakui oleh mereka yang telah menjatuhkan hukuman mati tersebut. Selagi berjuang untuk permintaan maaf dan juga kesulitan ekonomi yang dialaminya, datanglah seorang tak dikenal yang mengaku sebagai sahabat suaminya dan pernah berhutang serta ingin melunasi hutang tersebut.

Awal cerita memang berjalan cukup lambat, sepeninggal suaminya Mina harus menafkahi putrinya yang tuna rungu. Ia kehilangan rumahnya dan pekerjaannya pun berada di ujung tanduk. Di sela-sela semua itu ia juga berusaha keras untuk memperjuangkan keadilan yaitu permintaan maaf.

Ketika tiba-tiba seorang pria muncul di depan pintu rumah Mina dan mengaku sebagai sahabat suaminya yang memiliki hutang lalu perlahan ia pun selalu muncul, ada dan membantu Mina serta putrinya, penonton pastinya bertanya-tanya siapa sebenarnya pria tersebut, apakah ia memang benar memiliki hutang pada Babak? Lalu saat penonton akhirnya mengetahui siapa pria tersebut muncul pertanyaan baru, apakah Mina akan mengetahui siapa sebenarnya pria tersebut dan apa yang akan terjadi ketika itu terjadi?

source : imdb.com

Sejujurnya ketika sistem peradilan melakukan kesalahan dan yang diminta Mina adalah sebuah permintaan maaf tetapi kata “maaf” dan kesalahan hukuman tersebut tampak sulit untuk diungkapkan dan diakui sehingga yang terjadi kemudian sangat tragis. Bila hanya sekedar memutuskan yang mana yang benar dan yang salah, untuk saya semuanya memang sudah salah sedari awal. Bukan hanya putusan pengadilan yang salah tetapi tidak memberikan permintaan maaf yang layak lalu tidak adanya kejujuran, dalam masalah ini menjadi pihak anonim bukanlah hal yang tepat, hingga akhirnya berujung pada balas dendam.

Film ini sangat dramatis lalu ditutup dengan tragis, sesuatu yang mungkin memang tak terhindarkan dari awal cerita. Sebuah kesalahan besar yang menyebabkan kematian orang tak bersalah serta mengakibatkan kehidupan keluarganya mengalami kesulitan, yang seharusnya bisa ditutup dengan pemintaan maaf tetapi malah menjadi tak terkendali. This is a sad story until the end.

Nuansa film ini pun didukung dengan sinematografi yang apik dan keheningannya justru terasa dalam walaupun tidak banyak soundtrack. Saya juga terdorong untuk merefleksikan tentang keadilan, konsekuensi dan balas dendam. Hal ini bisa terjadi dimana saja, tidak hanya di Iran.

Sutradara : Maryam Moghadam, Behtash Sanaeeha Penulis Skenario : Mehrdad Kouroshniya, Maryam Moghadam, Behtash Sanaeeha Pemeran : Maryam Moghadam, Alireza Sani Far, Pouria Rahimi Sam, Avin Poor Raoufi

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: