Skip to content

Beast (2022) – movie review

Rating: 2.5 out of 5.

Awalnya saya mengira film ini menceritakan tentang eksperimen yang gagal tetapi ternyata plot cerita film Beast ini biasa saja, tidak ada hal yang baru maupun istimewa.

Dr Nate Samuels dan kedua putrinya, Meredith dan Norah, berlibur ke sebuah daerah terpencil di Afrika Selatan. Ketiganya bermaksud untuk mengenang sekaligus mendekatkan diri kembali karena setelah kematian sang ibu dari kanker yang dideritanya, Meredith dan Norah menjaga jarak dengan ayahnya. Ketiganya menginap di rumah seorang sahabat lama yang merupakan salah satu penjaga cagar alam, Martin Battles. Martin mengajak mereka untuk berkeliling dan melihat2 kawanan singa. Ketika Martin melihat salah satu singa betina terluka di kakinya, Martin mengajak Nate dan kedua putrinya untuk berhenti di sebuah desa dan memanggil seseorang untuk memeriksa singa tadi. Tetapi setibanya di desa tersebut, seluruh penghuni di desa itu sudah tak bernyawa dengan luka cabikan di seluruh badan. Kini mereka berempat terjebak dengan binatang yang memburu siapapun yang ditemuinya.

Dari sinopsis diatas terlihat jelas bahwa tokoh utama di film ini tidak lain adalah Dr Nate Samuels, Martin Battles, dan kedua anak perempuan Meredith dan Norah. Tentunya yang paling menarik perhatian adalah Nate yang diperankan oleh Idris Elba dan Martin yang diperankan oleh Sharlto Copley. Sementara karakter Mare dan Norah sepertinya dimunculkan untuk memperbesar masalah. Di situasi kritis Mare bahkan mengambil tindakan tanpa berpikir panjang, salah satu contohnya adalah ketika ia tiba-tiba berinisiatif untuk menyelamatkan Martin seorang diri saat ia tahu bahwa ada seekor singa ganas sedang mengintai.

Selain itu masih ada beberapa action yang rasanya sedikit menyebalkan karena ketika situasinya memungkinkan untuk pergi, Nate malah memutuskan berhenti di sebuah sekolah untuk mengobati luka Mare. Dan anehnya lagi singa tersebut seakan mengejar terus targetnya sampai ketemu, lalu keduanya antara singa dan Nate sama-sama tidak kalah walaupun banyak luka. Adegan dimana Nate berhadapan dengan si singa, digigit dan dicakar tetapi lukanya terlihat tidak seberapa parah, yang seharusnya membuat ngilu tetapi malah bikin kesel sendiri. Sangat jauh berbeda dengan adegan di film The Revenant ketika Leonardo Dicaprio berhadapan dengan beruang, adegan ini benar-benar seperti nyata, bikin ngilu dan perlu usaha keras untuk tetap melihat adegan tersebut tanpa berpaling sedikitpun.

Pesan film ini memang bagus yaitu anti terhadap perburuan liar apalagi bila sampai mengganggu keseimbangan ekosistem tetapi sayang ceritanya justru tidak banyak menggambarkan pesan tersebut. Singa yang kemudian menjadi ancaman karena awalnya justru singa2 tersebut terancam dengan banyaknya pemburu liar, justru kurang tersampaikan.

Baltasar Kormákur sudah beberapa kali menyutradarai film dengan genre survival seperti Everest (2015), yang luar biasa menegangkan, dan Adrift (2018). Setelah konsep sebelumnya adalah di area pegunungan dan laut, kini ia mengambil konsep dataran dengan latar Afrika Selatan. Dua film sebelumnya menurut saya berhasil terutama Everest, tetapi sepertinya di film Beast ini justru banyak kekurangan.

Sutradara : Baltasar Kormákur Penulis Skenario : Jaime Privak Sullivan, Ryan Engle Pemeran : Idris Elba, Sharlto Copley, Iyana Halley, Leah Jeffries

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: