Skip to content

Birthcare Center (2020) – series review

Rating: 4 out of 5.

Film-film Korea mampu menghadirkan berbagai cerita yang menggelitik sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penontonnya. Series ini sendiri hadir dengan plot yang unik tetapi pastinya banyak yang relate dengan cerita di dalamnya, saya salah satunya.

Episode pertama menceritakan tentang Oh Hyun Jin yang merupakan pekerja keras karena masa lalunya yang berat. Ia berusaha dan belajar dengan sangat keras untuk mengangkat ekonomi keluarganya hingga akhirnya ia bisa menjadi direktur wanita termuda. Tetapi di usianya yang tidak lagi muda tiba-tiba ia dikaruniakan kehamilan. Dan cerita bermula saat Oh Hyun Jin mendekati waktu kelahiran, banyak adegan yang membuat saya tersenyum dan mengingat masa-masa kelahiran dulu karena sangat relate sekali dengan segala hal yang dihadapi oleh seorang ibu di awal-awal kelahiran. Momen di rumah sakit, kerinduan dengan minum kopi (ini sangat relate banget karena saya juga peminum kopi) sampai pada akhirnya melahirkan lalu berkutat dengan problema selanjutnya, menyusui.

“Bahkan sejak menjadi seorang ibu, aku harus menghadapi pilihan yang sulit setiap harinya. Keputusan seorang ibu adalah beban berat untuk ditanggung. “

– Oh Hyun Ji –

Episode berikutnya mulai menceritakan tentang sebuah pusat perawatan pasca persalinan Serenity yang dipilih Oh Hyun Jin setelah melahirkan. Di birthcare center inilah ia mulai mengenal ibu-ibu lain dan juga segala permasalahan baru tentang bayi khususnya mengenai menyusui. Oh Hyun Jin juga memulai perdebatan dengan Ibu Sa-Rang sementara suaminya memulai persahabatan dengan Yang Jun-seok yang mengajarkan banyak hal tentang menjadi seorang ayah baru.

Sekali lagi saya harus memuji akting para pemeran Birthcare Center ini karena membuat saya merasa seperti mengulang berbagai kenangan. Khususnya Oh Hyun-Jin yang merupakan seorang ibu pekerja yang sangat ahli dalam pekerjaannya tetapi di sisi lain sangat clueless tentang menjadi seorang ibu. Di penghujung ia juga harus membuat keputusan apakah ia akan tetap bekerja ataukah mengurus anaknya sendiri.

Ibu Sa-Rang merupakan kebalikan dari Oh Hyun-Jin, ia merupakan seorang ibu yang terlihat sempurna karena mampu mengurus anak kembarnya sendiri dari bayi sehingga memiliki pengalaman yang menjadi patokan bagi ibu-ibu muda lain. Tetapi tentunya dibalik itu semua tetap ada cerita tersembunyi.

Di episode ketiga muncul seorang ibu muda baru bernama Lee Ru-da. Pilihan-pilihan yang ia buat sejak kedatangannya membuat ibu-ibu lain terkejut. Ia masih sangat muda dan cukup santai menghadapi berbagai hal mengenai dirinya dan bayinya. Tetapi bahkan dengan pilihan-pilihannya itu, ia juga membuat argumen-argumen yang cukup mengena.

Ada juga karakter ibu yang anaknya harus lahir prematur dan ternyata tidak dapat diselamatkan lalu ia menjadi terobsesi ketika mengalihkan kesedihannya dengan bayi lain.

“Ibu yang baik bukan berarti ibu yang sempurna. Seorang ibu harus bahagia dan memastikan anaknya juga merasakannya. Hiduplah dengan bahagia”

Selain adegan-adegan drama yang mengharukan, banyak juga adegan-adegan lucu, salah satunya adegan di toko kereta dorong bayi ketika suami Oh Hyun Jin ingin membeli kereta bayi. Adegan ini membuat saya tersenyum-senyum karena adegannya sangat tidak asing. Lalu ada juga terselip misteri yang akan membuat kita bertanya-tanya. Satu karakter perawat yang suka membuat suara untuk bayi itu kadang lucu tetapi ada kalanya sedikit menjengkelkan juga tetapi kita akan diberi tahu alasannya di penghujung series.

Dilema yang dihadapi Oh Hyun Jin dan ibu-ibu lain yang ada dalam series ini mungkin sangat mirip bahkan sama dengan masalah yang dihadapi oleh seluruh perempuan, tentang perkawinan, keluarga, pengasuh anak, pekerjaan, tentang kehidupan setelah memiliki anak, seribu satu pilihan yang harus dipikirkan dan terkadang cukup sulit untuk diputuskan.

“Orang bilang dewa menciptakan ibu karena dia tidak bisa ada dimana-mana. Tapi kami bukanlah dewa.”

Saya sangat menyukai dan menyarankan setiap calon ibu untuk menontonnya. Karena diawal kehamilan meskipun kita mempelajari banyak teori tentang apa yang bagus untuk ibu hamil dan ketika sudah melahirkan pun, seorang ibu tetap harus beradaptasi karena banyak faktor yang harus dihadapi dan tidak melulu sama. Pada akhirnya ketika kita menjalaninya sendiri mungkin tidak akan sesuai dengan ekspektasi dan tidak seindah yang dibayangkan. Lalu terkadang sebagai seorang ibu kita akan merasa bersalah karena telah berpikir seperti itu, bahkan setiap langkah dan pembelajaran dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan selalu membuat kita merasa bersalah. Dan hanya sesama ibu yang mungkin bisa saling berbagi cerita dan masalah, juga saling menguatkan.

Tetapi tidak selamanya juga kita menemukan lingkungan yang positif, kadang kita juga menemukan lingkungan yang toxic yang seakan selalu menyalahkan setiap keputusan yang kita ambil. Dua hal yang sangat saya rasakan efeknya adalah ketika tidak menyusui ASI secara penuh, dan ketika pekerjaan saat itu tidak memungkinkan untuk dijalani sambil menjaga anak. Dan apapun keputusan yang kita ambil, bukan tempat kita untuk menghakimi dan seharusnya keputusan itu harus juga membahagiakan sang ibu. Pengorbanan memang luar biasa tetapi kebahagiaan juga harus menjadi prioritas seorang ibu supaya seluruh keluarga juga bisa merasakannya.

Yah menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah, tetapi apapun keputusan yang kita jalani, kebahagiaan ibu, anak dan pasangan menjadi inti dari segalanya.

Banyak pesan moral dalam series ini jadi jangan lewatkan! Birthcare Center sudah tayang di Netflix mulai 26 November 2022.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: