Skip to content

Decision to Leave (2022) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Bagi pecinta film misteri, plot film Decision to Leave ini mungkin tidak akan terasa asing, tetapi menurut saya lika liku ceritanya menjadi lebih dominan ke arah drama romantis dibanding dengan alur misterinya.

Film dimulai dengan ditemukannya mayat seorang pria yang diduga jatuh dari gunung. Kematian yang misterius ini membuat detektif Hae-Jun akhirnya menginterogasi sang istri, Seo-rae. Seo-rae ternyata merupakan imigran Tiongkok yang tidak terlalu fasih berbahasa Korea. Berita kematian suaminya tersebut tidak membuat Seo-rae terlihat sedih bahkan ketika diinterogasi ia sempat sedikit tersenyum sehingga detektif Hae-Jun menaruh curiga dan mengawasi Seo-rae siang dan malam.

Dari awal pertemuan keduanya, detektif Hae-Jun terlihat mencurigai Seo-rae tetapi di sisi lain ia terlihat memiliki perasaan terhadap Seo-rae sehingga membuatnya bersikap berbeda. Karena hampir setiap hari detektif Hae-jun mengawasi Seo-rae, ia akhirnya jatuh cinta dengan Seo-rae padahal Hae-jun sudah memiliki istri. Hubungan mereka menjadi semakin rumit ketika Hae-jun akhirnya mampu menemukan siapa pembunuh sebenarnya.

Detektif Hae-Jun dan Seo-rae sama-sama merupakan karakter yang terlihat kaku dan walaupun sepanjang film hanya dua karakter utama ini yang memenuhi layar tetapi saya kurang bisa merasakan chemistry ataupun bisa mengenal karakter keduanya dengan lebih dalam. Mungkin hubungan keduanya memang dibuat serumit mungkin sehingga penonton berusaha keras untuk memahami alur ceritanya. Nuansa romantisnya pun hampir tak terasa sehingga rasanya Hae-jun seperti tiba-tiba saja memiliki perasaan pada Seo-rae, dan akhirnya setelah Hae-jun menunjukkan pengorbanan yang ia lakukan tanpa memperdulikan status dan tanggung jawabnya sebagai detektif, Seo-rae pun tidak mampu untuk tidak jatuh cinta.

Karakter Hae-jun lebih mudah untuk dipahami dan ditebak tetapi karakter Seo-rae agak sulit ditebak apalagi ekspresinya sangat minim. Selain dari adegan ketika ia tersenyum di ruang interogasi, tidak ada ekspresi lain yang membuat saya mampu menilai apakah Seo-rae ini merupakan psycho yang sengaja memilih suami yang “salah” ataukah memang hanya sebuah kebetulan yang membuat ia terpojok dan memaksanya untuk pada akhirnya melakukan kejahatan.

Hubungan keduanya memang sangat rumit, cukup sulit untuk memahaminya dengan cepat. Misteri dalam cerita ini menurut saya bagus tetapi karena cerita cinta rumit antara detektif Hae-jun dan Seo-rae membuat misteri didalamnya kurang terasa menegangkan. Jujur saya sedikit gregetan karena Seo-rae menjadi satu-satunya tersangka tetapi keberadaan dirinya membuat sulit untuk membuktikan pembunuhnya, dan ini terjadi kembali dengan suami keduanya.

Di sisi lain adegan dimana detektif Hae-jun berusaha merangkai urutan kejadian dengan membayangkan bahwa ia melihat rangkaian kejadian pembunuhan dengan mata kepalanya sendiri merupakan hal yang paling menarik di sepanjang film ini. Saya menyukai misterinya tetapi tidak dengan cerita cintanya dan kalau kalian kira cerita cintanya hanya sebatas rumit karena sadar mereka tidak bisa bersama, kalian harus lihat bagian akhirnya yang bikin garuk-garuk kepala.

Alur ceritanya mungkin terasa sulit untuk dipahami tetapi secara visual setiap set up lokasi sangat menarik dan memiliki nilai estetik, tidak hanya itu tetapi beberapa dialog terasa puitis.

Sutradara : Park Chan-wook Penulis Skenario : Park Chan-wook, Seo-kyeong Jeong Pemeran : Tang Wei, Park Hae-il, Go Kyung-Pyo

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: