Skip to content

Inang (2022) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Begitu banyaknya film horror Indonesia belakangan ini membuat saya berada diambang keraguan walaupun sedikit diselipi rasa senang. Saya senang perfilman Indonesia kembali bangkit tetapi sebagai penonton saya tetap harus memilah-milah film horror mana yang akan saya tonton dan film Inang ini tidak mengecewakan.

Dalam film horror saya tetap menomorsatukan alur cerita karena kebanyakan film horror Indonesia, sorry to say, masih lemah dalam hal tersebut. Film ini memang bukan menyajikan konsep baru karena berbicara tentang mitos bagi mereka yang lahir di hari Rebo Wekasan. Menurut mitos, mereka yang lahir di hari tersebut dikelilingi hal-hal negatif dan harus diruwat supaya terhindar dari nasib naas.

Cerita dimulai dengan sosok Wulan, seorang karyawan supermarket dengan kehidupan ekonomi pas-pasan yang harus menghadapi fakta bahwa dirinya hamil dan lelaki yang menghamili Wulan tidak mau bertanggung jawab. Wulan tidak ingin memilih aborsi sehingga ketika ia menemukan program orang tua asuh di facebook, ia tertarik untuk mendaftar. Disinilah Wulan bertemu dengan pasangan tua yang menjadi calon orang tua asuh untuk anaknya, Eva dan Agus. Wulan bahkan diajak untuk tinggal bersama mereka dan dirawat dengan sangat baik. Tetapi Wulan mulai merasakan keanehan ketika seseorang selain bidan datang dan melakukan hal-hal seperti ritual.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya merasa alur ceritanya tidak mengecewakan walaupun konsepnya bukan sesuatu yang baru. Sekilas film ini mengingatkan dengan film Anything for Jackson walaupun tetap ada hal-hal yang berbeda, salah satunya dan yang paling utama adalah kaitannya dengan mitos. TIdak bisa dipungkiri setiap orangtua pastinya rela untuk melakukan apapun demi anak tetapi sampai sebatas apa mereka bersedia melindungi si anak. Membuat kaitan ini dengan horror menurut saya memang tepat, banyak orang melakukan hal diluar logika agar ia tidak kehilangan orang yang dicintai.

Film bergenre horror ini merupakan sesuatu yang baru bagi Naysila Mirdad tetapi saya senang karena ia mampu memerankan karakter Wulan yang diluar dari zona nyamannya dengan sangat baik. Lalu setelah tampil singkat dalam film Pengabdi Setan 2, saya akhirnya bisa melihat akting luar biasa dari Rukman Rosadi. Saya hanya sedikit berharap karakter Eva yang diperankan oleh Lydia Kandou, menunjukkan perbedaan yang signifikan ketika di awal dan di bagian akhir.

Nuansa horror yang diselipkan di awal-awal film melalui mimpi-mimpi buruk pun menurut saya cukup berhasil hanya ada sedikit yang mengganjal ketika adegan mbok Sum dibunuh dengan pisau, terlihat agak kaku dan terlihat ada buih di lukanya. Bagian endingnya pun cukup menarik, terlepas dari adegan Bergas yang mungkin akan mudah ditebak, karakter Wulan pun berubah dan memberi kesan yang berbeda. Walaupun endingnya terkesan klise tetapi akting Naysila Mirdad membuat saya teralihkan dan penasaran dengan sisinya yang berbeda ini.

Film Inang sudah tayang di bioskop mulai tanggal 13 Oktober 2022.

Sutradara : Fajar Nugros Penulis Skenario : Deo Mahameru Pemeran : Naysila Mirdad, Dimas Anggara, Lydia Kandou, Rukman Rosadi, Pritt Timothy

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: