Skip to content

Kamu Tidak Sendiri (2021) – movie review

Rating: 2 out of 5.

Meskipun beberapa tahun belakangan ini saya lebih pilih-pilih untuk menonton film-film horror thriller Indonesia tetapi sekarang cukup banyak film-film dengan tema baru dan cenderung mulai lebih berani menampilkan adegan-adegan gore. Saya sangat menyukai perkembangan ini, it’s a slow start tetapi setidaknya sudah berani memulai.

Sinopsis. Film ini agak diluar dari bayangan saya ketika melihat sinopsis dan trailernya dan menurut saya dengan dominan drama dan tidak ada action sama sekali membuat cerita ini menjadi sedikit membosankan. Kamu Tidak Sendiri ini menceritakan tentang seorang wanita mandiri, tegas, galak dan ambisius bernama Mira yang hari itu sedang bekerja lembur untuk menyiapkan proposal bisnis. Mira harus pulang larut malam dan masuk ke dalam lift dengan seorang pria bernama Mika. Sayangnya lift yang ia masuki malam itu tiba-tiba mengalami kerusakan dan pria yang masuk bersamanya terluka parah.

Film dengan genre survival thriller ini memang cukup jarang saya lihat di film-film lokal sayangnya film ini lebih banyak mengusung drama dan nyaris tidak ada nuansa thriller.

Film ini memerlukan karakter utama yang sangat kuat untuk bisa membuat penonton bertahan dan Adinia Wirasti merupakan pilihan yang tepat. Aktingnya sangat kuat dan sudah tidak diragukan lagi tetapi unsur drama yang terlalu banyak seakan membuat si karakter utama tenggelam perlahan. Andaikan Mira dan Mika menampilkan sedikit aksi untuk berusaha keluar dari lift mungkin ceritanya bisa menjadi lebih kuat.

Ketika berada di lift yang ditampilkan hanya cerita, cerita dan cerita. Bila kalian menonton film Fall mungkin ingat bahwa alur ceritanya diselingi dengan aksi untuk menyelamatkan diri dan tidak melulu cerita tentang masa lalu sehingga meskipun hanya berada disatu lokasi tidak membuat penonton bosan dengan pemandangan yang itu-itu saja.

Saya juga tidak terlalu menyukai karakter Mika yang terasa terlalu aneh. Begitu pula dengan karakter Adrian yang mungkin bisa lebih penuh aksi karena dari obrolan awal dengan Mira sudah bisa ketebak apa sebenarnya yang sedang dialami oleh Adrian. Lalu efek CGI dibagian akhir film pun sangat kasar dan terlihat jelas sehingga film ini ditutup dengan mengecewakan.

Genre survival thriller sepertinya memang merupakan hal baru untuk perfilman Indonesia dan saya mengapresiasi keinginan untuk menyelami hal-hal baru. Semoga kritikan-kritikan yang didapat membuat film Indonesia bisa lebih baik lagi.

Sutradara : Arwin Wardhana Penulis Skenario : Titien Wattimena, Lukman Sardi Pemeran : Adinia Wirasti, Rio Dewanto, Ganindra Bimo, Sintya Marisca, Giselle Tambunan, Aisyah Aqilah, Jordan Haag, Ayu Dyah Pasha, Yayu A.W. Unru, Lukman Sardi, Dede Sunandar

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: