Skip to content

M3GAN (2022) – movie review

Rating: 3.5 out of 5.

Pertama kali menonton trailer film M3gan ini saya tidak berekspektasi banyak dan sejujurnya saya merasa sedikit aneh ketika melihat adegan M3gan menari tetapi setelah menonton filmnya ternyata saya cukup menikmati dan puas menontonnya.

Sinopsis. Cady tinggal bersama Gemma sepeninggal kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya. Gemma merupakan seorang pencipta mainan dan M3gan merupakan prototype mainan terbarunya yang sempat gagal tetapi ketika mendengar ucapan Cady tentang robot pertamanya Bruce, ia menjadi terdorong untuk memperbaiki M3gan. Gemma berhasil memperkenalkan M3gan yang tidak hanya menunjukkan kecanggihan tetapi juga menunjukkan sisi lembut sebagai sahabat untuk Cady. Persahabatan yang kemudian membuat M3gan harus melindungi Cady dari siapapun yang menyakitinya, apapun caranya.

Awalnya saya tidak yakin dengan ide cerita ini karena saya bukan penggemar genre horror dengan doll sebagai karakter villainnya. Meskipun nama James Wan jelas terpampang dalam film ini, banyak keraguan yang muncul terutama ketika melihat aksi menari M3gan yang sejujurnya sedikit annoying. Tetapi M3gan bukanlah doll melainkan AI robot. M3GAN merupakan singkatan dari “Model 3 Generative Android,”.

Berbeda dari Chucky dan Annabelle yang merupakan boneka yang lalu dirasuki oleh sosok jahat, M3gan merupakan robot yang didesain sedemikian rupa hingga mulai melakukan perubahan sistem diluar kemauan penggunanya. Konsep yang sebenarnya bukan merupakan hal baru dalam genre horror tetapi alur ceritanya membuat kita tidak langsung membuat keputusan untuk membenci M3gan. Di bagian awal film saya justru merasa dunia ini memanglah kejam untuk anak-anak dan teman seperti M3gan terlepas dari sisi negatifnya, terasa menyenangkan.

Suasana dunia bisnis mainan yang muncul di awal film menjadi adegan pembuka yang menarik dengan segala masalah, persaingan dan juga perang harga didalamnya. Bruce langsung menjadi mainan favorit saya dan penampakan M3gan sendiri pun sudah pasti menjadi daya tarik dengan rambut pirang dan wajah cantiknya, belum lagi matanya yang biru cemerlang. Karakternya pun di awal merupakan hal yang pastinya disukai oleh anak-anak perempuan. M3gan bahkan bisa menjadi guru dan seperti yang diucapkan oleh salah satu rekan Gemma, ia pun nyaris mampu menggantikan posisi orangtua Cady. Ia pun menjadi pengingat ketika Gemma mulai memaksa dengan kalimat halus untuk mempresentasikan M3gan. Last but not least, she can sing.

Saya menyukai vibe di awal-awal film bagaimana hubungan Cady dan M3gan berkembang tetapi karakter Cady terasa sedikit mengganggu ketika ia mulai bereaksi ketika dijauhkan dengan M3gan. Penonton pastinya sudah mengantisipasi akan ada reaksi ketika keduanya dipisahkan tetapi saya merasa reaksi Cady terlalu berlebihan.

Gemma diperankan oleh Allison Williams yang bermain dalam film The Perfection dan Get Out sementara Cady diperankan oleh Violet McGraw yang pernah bermain dalam film Doctor Sleep dan Separation.

Satu hal yang membuat saya memberi nilai ekstra adalah banyaknya pesan yang tersirat dalam setiap adegan dan salah satunya adalah niat awal Gemma yang menciptakan M3gan sebagai pengganti dari orangtuanya dan bagi dirinya ia bisa lebih tenang bekerja karena ada M3gan yang menemani, mengajar dan menjadi sahabat Cady. M3gan memang canggih dan luar biasa tetapi ada hal-hal yang tidak bisa menggantikan kasih sayang yang nyata dari orang-orang terdekat.

Saya merasa keseluruhan cerita tersusun dengan apik, sangat bisa dipahami dan tidak terasa seperti sebuah cerita fantasi melainkan terasa nyata dan mungkin terjadi.

Sutradara : Gerard Johnstone Penulis Skenario : Akela Cooper, James Wan Pemeran : Allison Williams, Violet McGraw, Ronny Chieng, Brian Jordan Alvarez, Jen Van Epps, Lori Dungey, Stephane Garneau-Monten, Amie Donald

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: