Skip to content

Pelukis Hantu (2020) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Film ini cukup menggelitik untuk ditonton, selama ini saya fokus dengan film horror termasuk yang lokal tetapi belum menyentuh horror komedi khususnya Indonesia. Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa kecenderungan film horror Indonesia ataupun genre lain adalah ketika satu menjadi trending, akan muncul puluhan film lainnya dengan genre yang sama. Padahal ketika mereka menciptakan sesuatu yang berbeda dan sukses, mereka juga membawa film Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Sinopsis

Diceritakan tentang seorang anak muda bernama Tutur, ia adalah seorang pelukis amatir yang berawal menjual lukisannya di galeri. Karena sesuatu hal, Tutur diberhentikan dari galeri tersebut dan menerima ide temannya untuk menjadi pelukis hantu di sebuah acara TV.

Tak disangka, Tutur mampu melihat sosok arwah saat ia hendak melukis dan matanya ditutup. Acara TV tersebut menjadi trending dan viral. Tetapi beberapa kali lukisannya selalu memunculkan sosok yang sama hingga ia penasaran dan mencari bantuan dari Amanda, seorang penulis dan peneliti dunia lain.

Tutur, Amanda, dan Udin, teman sekaligus managernya, berusaha menyelidiki sosok yang selalu muncul tersebut hingga akhirnya mereka mengetahui asal muasal dan pesan yang ingin disampaikan sosok tersebut. Sayangnya di akhir misi tersebut Tutur berbohong sehingga arwah tersebut marah dan nyawa keluarganya pun terancam.

Review

Diluar dugaan saya film ini ternyata cukup apik meskipun dengan storyline yang sederhana tetapi ada pesan dan kesan didalamnya. Ada horror, cinta, keluarga, teman, semua unsur membaur dan menjadi tontonan yang menghibur.

Bagian horror tetap digambarkan dengan seram, dengan bumbu jumpscare tentunya. Ada bagian yang tertebak kemunculannya tetapi ada satu bagian ketika muncul di mobil, itu sangat tidak terduga, sangat cepat dan sangat mengagetkan. Good job for this!

Saya suka visualisasi horrornya, transisi ketika Tutur sedang melukis, gambaran dunia lain yang dimasuki Tutur. Secara visual dan sinematografi, semua sangat apik. Kalau dari segi komedi, sepertinya sudah tidak perlu diragukan lagi mengingat sang sutradara berawal dari komedi dan beberapa pemeran juga merupakan komedian. Ge Pamungkas pun membawakan peran dengan baik disini, Tutur membawa kesan anak muda yang culun tetapi tidak penakut.

Alur cerita yang cukup sederhana tetapi sangat familiar pun membuat film ini lebih terasa dekat dan mudah untuk dipahami. Meskipun saya sedikit berharap ada penutup yang agak berbeda, tetapi saya cukup puas menonton film ini.

Sutradara : Arie Keriting Penulis Skenario : Arie Keriting Pemeran Utama : Ge Pamungkas, Michelle Ziudith, Jenny Zhang, Abdur Arsyad, Rebecca Klopper, Uus, Hifdzi Khoir, Aida Nurmala, Alyssa Daguise,Soleh Solihun

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: