Skip to content

Piggy (2022) – movie review

Rating: 3.5 out of 5.

Saya tidak menyangka bahwa film horror asal Spanyol ini akan masuk ke bioskop Indonesia walaupun waktu tayangnya sangat amat terbatas, dalam rangka Jakarta World Cinema Week 2022 yang tayang di bioskop CGV. Film ini sudah mendapatkan beberapa penghargaan sebagai feature film terbaik juga aktris terbaik. Karena penasaran, setelah menonton film ini saya juga menyempatkan untuk menonton film pendeknya

Film “Piggy” ini menceritakan tentang seorang remaja perempuan, Sara, yang memiliki kelebihan berat badan dan mengalami bullying dari teman-temannya. Saat ia sedang berenang, teman-temannya, Maca, Roci dan Claudia tiba-tiba muncul, menghina dan hampir membuat Sara tenggelam, lalu mereka mengambil tas serta handuk berenangnya. Sara terpaksa berjalan pulang hanya dengan memakai baju berenangnya tetapi dalam perjalanan pulang itu ia melihat salah satu temannya diculik dengan sebuah van putih.

Film ini diangkat dari sebuah cerita pendek dengan judul dan pemeran utama yang sama dan film pendek ini sendiri sudah mendapatkan berbagai penghargaan. Saya pun menyukai endingnya yang diluar dugaan dan memberikan sebuah pesan moral yang baik meskipun dalam kemasan horror slasher.

Laura Galán yang juga memerankan Sara dalam cerita pendeknya berjudul Cerdita di tahun 2018, menggambarkan karakternya dengan luar biasa. Ketakutannya dan dilemanya karena seseorang yang paling tidak ia duga justru membelanya, membuat saya sebagai penonton menjadi galau siapa yang akan ia bela. Mereka yang menyakitinya lalu menjadi korban, ataukah seseorang yang membelanya tetapi melakukan kejahatan?

Salah satu dari ketiga perempuan yang membullynya, Claudia, adalah sahabatnya yang menurut dugaan saya, mulai menjauhi Sara ketika ia bergabung dengan gadis-gadis yang populer. Sangat ironis ketika keadaan berbalik, disaat Sara membutuhkan bantuan di kolam renang, Claudia tidak hanya diam tetapi juga mengambil fotonya dan menyebarkannya di sosial media. Lalu ketika Claudia diculik didalam van putih gantian ia yang berteriak meminta tolong.

Sebuah sudut pandang tentang remaja dan bullying yang sedikit berbeda tetapi saya suka bagaimana karakter Sara berkembang, walaupun ia merasa sakit hati ketika sahabatnya justru berbalik dan mengejeknya dan keluarganya, ia tetap harus melihat segalanya dari sudut pandang yang benar dan bukan mengikuti emosinya belaka.

Sutradara : Carlota Pereda Penulis Skenario : Carlota Pereda Pemeran : Laura Galán, Richard Holmes, Carmen Machi, Irene Ferreiro & Camielle Aguilar, with the special collaborations of Pilar Castro & Claudia Salas

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: