Skip to content

Ratu Ilmu Hitam (2019) – movie review

Rating: 2 out of 5.

Saya baru menonton film ini karena sedang berlangganan goplay, seperti sempat saya sebutkan bahwa cukup sulit untuk mengikuti film horror Indonesia.

Film ini merupakan remake dari judul film yang sama pada tahun 1981 yang diperankan oleh Suzanna. Saya kebetulan belum melihat film original untuk judul yang satu ini jadi saya tidak akan membandingkan dengan versi aslinya. Sebagai catatan, membuat remake dari film terutama film2 yang diperankan Suzanna itu tidak mudah. Sejujurnya menurut saya, sampai saat ini belum ada karakter di Indonesia yang bisa menandingi ratu horror Suzanna.

Sinopsis

Film ini bercerita tentang tiga orang sahabat Hanif, Jefri, dan Anton, yang mengunjungi panti asuhan tempat mereka dibesarkan untuk menengok pengasuh panti, Pak Bandi, yang dikabarkan sakit-sakitan. Hanif membawa istrinya Nadya, dan ketiga anaknya, Sandi, Dina, dan Haqi. Jefri bersama istrinya Lina, dan Anton bersama istrinya Eva.

Kedatangan mereka di panti asuhan disambut oleh Maman dan Siti, suami istri penjaga panti, dan dua orang anak panti, Hasbi dan Rani, sedangkan anak2 panti lainnya sedang berwisata dengan bus dan baru akan kembali malam harinya.

Ketika Hasbi dan Rani mengantarkan anak2 Hanif ke kamarnya, Haqi penasaran dengan sebuah pintu berwarna hijau, Rani menghampirinya dan menceritakan bahwa dulu ada seorang pengasuh panti bernama Ibu Mira yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan merupakan orang yang bertanggung jawab atas hilangnya beberapa anak panti, termasuk Murni. Ibu Mira dikurung di dalam kamar tersebut, berusaha keluar dengan membenturkan kepalanya hingga remuk dan akhirnya meninggal.

Tidak lama setelah mereka semua tiba di panti asuhan, satu persatu mulai melihat dan mengalami teror yang menakutkan.

Review

Sangat disayangkan saya menemukan beberapa keganjilan dalam film ini. Mari kita bahas satu persatu.

Pertama, ketika Hanif dan keluarganya sedang menuju panti asuhan, di tengah jalan mobil mereka menabrak sesuatu. Anehnya Hanif yang sedang melihat dan berbisik kepada Nadya sesaat sebelum menabrak, tetap melihat wajah Nadya sesaat setelah menabrak dan merasakan benturan, Menurut saya adegan ini agak ganjil karena sesaat setelah menabrak, kita pasti akan langsung melihat ke arah jalan.

Kedua, saat Hanif disuruh mengambil roti dari dalam mobil, ia bersama Jefri berada dibelakang mobil Hanif. Ketika kamera menyorot dari dalam mobil, posisi Hanif dan Jefri berada di dalam frame kaca mobil belakang, persis di tengah. Sedangkan ketika kamera menyorot dari luar posisi Hanif berada di ujung belakang mobil dekat lampu. Dan dari posisi itu, Hanif bisa melihat ke arah depan dekat kap mesin mobil, itupun bukan di bagian pinggir. Apa mungkin terlihat?

Ketiga, ketika Eva memuntahkan kelabang kemudian masih ada yang bergerak di dalam lengannya. Eva dengan tangan kosong merobek lengannya, ini menurut saya agak kurang masuk akal.

Keempat, dari sisi storyline, sepertinya dengan judul Ratu Ilmu Hitam sementara ritual ilmu hitamnya sendiri tidak tampak sama sekali. Setelah kejadian-kejadian yang luar biasa berdarah2, tiba2 sosok Murni muncul tetapi tidak ada apapun yang menceritakan tentang ritual yang dilakukan Murni untuk membalas dendam. Murni hanya muncul secara tiba2 di bagian menjelang akhir. Padahal menurut saya untuk melakukan teror seperti itu terhadap beberapa orang dalam waktu bersamaan bisa dikategorikan ilmu hitam yang sangat kuat tetapi tidak ditunjukkan bagaimana Murni mendapatkan atau mempelajarinya, atau setidaknya menunjukkan sedikit bagaimana ia mempraktekkannya.

Kelima, sorotan utama di panti asuhan tersebut sebenarnya adalah kamar dengan pintu hijau karena semua kejadian buruk bermulai dari kamar itu, tetapi tidak ada satupun kejadian aneh yang muncul dari kamar tersebut. Lalu tiba2 lagi pintu itu disorot di bagian akhir penutup film.

Dari segi pemain sepertinya sudah tidak perlu diragukan lagi akting2 pemeran utama, mungkin hanya dari pemain2 muda yang saya rasa ekspresinya terasa kurang. Dari segi visual effect pun sebenarnya sudah lebih bagus, dan sudah tidak terlalu banyak mengandalkan efek jumpscare, hanya sedikit keganjilan secara teknik seperti yang saya sebutkan diatas dan di storyline.

Sutradara : Kimo Stamboel Penulis Skenario : Joko Anwar Pemeran Utama : Ario Bayu, Hannah Al Rashid, Adhisty Zara, Muzakki Ramdhan, Ari Irham, Ade Firman Hakim, Sheila Dara Aisha, Tanta Ginting, Miller Khan, Imelda Therinne, Salvita Decorte

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: