Skip to content

Selesai (2021) – movie review

Rating: 2 out of 5.

Film yang tayang di bioskop online ini menceritakan tentang rumah tangga Broto dan Ayu yang diterpa masalah perselingkuhan. Suatu ketika Ayu menggunakan mobil Broto dan menemukan pakaian dalam wanita. Ayu langsung marah kepada Broto karena untuk kesekian kalinya Broto selingkuh, dan ia memutuskan untuk pergi. Di saat bersamaan ibunda dari Broto tiba dan lockdown pun diberlakukan.

Konsepnya sederhana dan umum, yang membuatnya berbeda hanyalah kondisi yang diterapkan sama dengan situasi saat ini yaitu pandemi dan lockdown, serta plot twist di akhir film.

Sebagai film kedua dari Tompi, dari sisi sinematografi dan secara teknik film ini terbilang bagus. Ada nilai estetika dari cara pengambilan film dan mood yang dibangun dari tone film saja sudah membuat nuansa hampa dan sedih terasa. Tetapi dari segi karakter peran yang ada didalamnya terasa kurang digali lebih dalam. Ada sumber dari perselingkuhan tetapi latar belakang terjadinya perselingkuhan tidak ada, karakter dari Broto pun sedikit membingungkan, apakah ia ingin digambarkan sebagai sosok suami yang memang tidak setia, bermuka dua, atau merasa bersalah dan menyesal serta ingin berubah?

Karakter yang lebih terasa memang karakter Ayu, dari awal dengan setting pengambilan gambar dan permainan karakter dari Ariel Tatum, kita sudah merasakan nuansa sedih dan kesepian. Tetapi seperti ada celah besar yang hilang ketika muncul plot twist di akhir film tentang dirinya. Kondisi seperti apa yang dialami Ayu pastinya menguras energi dan juga mental dan ini mungkin terjadi tetapi dalam film Selesai ini dari ending yang satu ke ending lainnya terasa ada gap yang tidak diisi sehingga saya merasa heran daripada terharu dan sedih melihat Ayu di akhir film.

“Selesai”

Sepertinya banyak juga yang merasa ada pemilihan kata dan adegan yang kurang pas, untuk hal ini sepertinya sudah ada bagian yang menyaring dan melihat konteks film ini yang menyorot masalah pernikahan berarti memang diperuntukkan bagi penonton yang sudah dewasa. Tentunya hal2 semacam ini sudah disaring dan diberikan batas usia penonton. Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut selama tepat sasaran untuk kalangan penontonnya karena film sudah seharusnya menjadi tempat untuk menuangkan kreativitas, tetap harus ada aturan pastinya tetapi jangan sampai menjadi terlalu banyak aturan hingga mengurung kreativitas.

Secara visual film ini memang menarik, unsur komedinya pun sangat menghibur tetapi dari storylinenya masih terasa banyak celah sehingga saya yang tergolong baper tidak merasa terharu, sedih ataupun kesal.

Sutradara : Tompi Penulis Skenario : Imam Darto Pemeran : Ariel Tatum, Gading Marten, Marini, Tika Panggabean, Imam Darto, Anya Geraldine, Farish Nahdi

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: