Skip to content

She Will (2021) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Film She Will merupakan film psychological horror slow burn yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Charlotte Colbert sebagai feature film perdananya. Walaupun bukan pure horror tetapi tetap ada bagian-bagian tertentu yang terasa creepy.

Film dibuka dengan menceritakan tentang Veronica Ghent, seorang aktris wanita yang sangat tenar dan kini memasuki usia lanjut. Ia mengikuti retreat di sebuah lokasi terpecil di Scotland setelah melakukan operasi. Awalnya ia mengikuti retreat untuk pemulihan sekaligus menyendiri dan menjauh dari berita-berita yang beredar karena film yang pernah ia bintangi disaat muda, Navajo Frontier, akan dibuat kembali oleh sutradara yang sama, Eric Hathbourne.

Tetapi setibanya di lokasi ia justru menemui beberapa orang akan mengikuti retreat tersebut. Veronica Ghent segera menyuruh perawatnya, Desi, untuk memanggil supirnya kembali dan membawanya pulang tetapi hujan lebat menghalangi mereka. Malam pertama di tempat retreat tersebut Veronica mengalami mimpi yang sangat aneh.

Latar belakang cerita film She Will ini menarik, sebuah tempat retreat yang dulunya merupakan pusat industri lalu ada wanita yang sering datang ke area tersebut untuk tujuan terapi, tanah di area tersebut dipercaya memiliki kemampuan memulihkan karena tingginya tingkat abu manusia dari wanita yang dibakar sebagai penyihir.

Konsep film ini dibangun dengan kaitannya terhadap apa yang dialami oleh perempuan dari ratusan abad sebelumnya, penyihir perempuan yang dibakar, apa yang dialami oleh Veronica di usia 13 tahun oleh seseorang yang ia percayai, dan apa yang terjadi di lokasi retreat ketika membahas tentang feminist. Semua saling terhubung dan Veronica melalui proses perubahan hingga akhirnya ia bisa menerima dirinya kembali terlepas dari apa yang sudah ia alami.

Cerita tentang Veronica lebih mengalir tetapi ketika cerita tersebut berusaha dikaitkan dengan Desi dimana ia bertemu pria lokal di tempat retreat lalu secara tidak sengaja bertemu kembali di sebuah bar dan terjadi hal yang tidak diinginkan, terasa sedikit dipaksakan. Adegan ini berusaha mengaitkan apa yang dialami oleh Veronica dimasa lalu dengan Desi tetapi rasanya tidak terlalu diperlukan.

Alice Krige merupakan pemeran yang sangat sempurna sebagai Veronica. Kalian mungkin mengenalnya di beberapa film terakhirnya seperti Texas Chainsaw Massacre, Gretel & Hansel dan The Bay of Silence.

Dalam retreat tersebut Veronica menyadari tentang tubuhnya, trauma di masa lalunya, dan bahwa ia berharga. Proses yang ia lalui ini dikemas secara visual dengan memikat walaupun dalam proses tersebut ia digambarkan mampu membalaskan dendamnya dalam mimpi atau mungkin dalam kenyataan juga?

Kejadian-kejadian traumatis sering membekas dan menancap terlalu dalam hingga terkadang kita tidak sadar bahwa hal itu masih ada bersama kita. Ini merupakan salah satu hal yang berusaha disampaikan oleh Charlotte Colbert. Saya menyukai bagaimana Charlotte Colbert menyampaikan dan memvisualisasikan cerita. Film ini akan mudah dipahami sekalinya kita terkoneksi dengan cerita. Sebagai feature film saya merasa film ini cukup bagus dan pastinya saya akan menunggu film-film karya Charlotte Colbert berikutnya.

Sutradara : Charlotte Colbert Penulis Skenario : Kitty Percy, Charlotte Colber Pemeran : Alice Krige, Kota Eberhardt, Malcolm McDowell, Rupert Everett, Jon McCrea, Amy Manson, Jonathan Aris, Daniel Lapaine

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: