Skip to content

Shining Girls (2022) – Apple TV+ series review

Rating: 4 out of 5.

Series terbaru dari Apple TV yang diadaptasi dari novel karya Lauren Beukes dan dibintangi oleh Elisabeth Moss dan Jamie Bell ini memiliki plot yang menarik dengan tema serial killer dan time travel. Ceritanya bakal sedikit tricky apalagi dengan alur yang berpindah-pindah antara realita awal dengan lompatan waktu yang datang tiba-tiba sehingga sedikit sulit untuk menemukan titik perpindahan tersebut tetapi lama-lama kita akan bisa mengikuti alur ceritanya.

Episode pertama dibuka dengan memperlihatkan seorang anak perempuan sedang bermain di tangga lalu seorang pria mendekatinya dan mengajaknya berbicara hingga memberinya sebuah ukiran kuda pegasus. Ini terjadi di tahun 1964. Adegan berikutnya langsung pindah ke tahun 1992 yang menyorot seorang wanita bernama Kirby. Setelah ditemukannya jasad seorang wanita bernama Julia Madrigal dengan luka yang serupa dengan bekas luka yang ia miliki, Kirby mencurigai bahwa siapapun yang membunuh Julia adalah orang yang sama yang berusaha membunuh dirinya. Seiring dengan keanehan-keanehan yang dialaminya, Kirby berusaha menyelidiki kasus pembunuhan tersebut dengan bantuan seorang reporter Sun Times bernama Dan Velazquez.

“At first we find it shine and then we take it away”

Seandainya kalian tidak tahu, anak kecil diawal episode pertama adalah Kirby semasa kecil. Ya, Kirby sudah bertemu dengan Harper sejak tahun 1964 dan ia tidak terlihat menua sedikitpun ketika mereka bertemu kembali 28 tahun kemudian.

Sejak Kirby selamat dari pembunuhan, ia mengalami hal-hal aneh dimulai dari meja kerjanya yang tiba-tiba pindah lalu ketika ia sedang diperiksa oleh seorang pemeriksa medis wanita bernama Iris tiba-tiba pemeriksa medis tersebut berubah menjadi seorang laki-laki bernama Howard. Tidak hanya itu bahkan nomor apartemennya tiba-tiba berubah dan ia sudah menikah dengan Marcus. Di beberapa adegan Kirby bahkan berubah penampilan dalam hitungan detik.

Awalnya perubahan-perubahan tersebut sedikit membingungkan dan saya sempat menebak bahwa hal-hal tersebut dikarenakan efek trauma tetapi ketika lompatan waktu semakin membesar dan detail-detail kecil yang Kirby catat setiap kali terjadi perubahan mendadak membuat saya berpikir bahwa semua ini tidak ada hubungannya dengan kondisi mental Kirby. Kirby sangat baik-baik saja tetapi ada sesuatu yang lain yang menyebabkan perubahan-perubahan tersebut.

Kirby yang awalnya akan pindah, berubah pikiran dan memutuskan untuk mencari jawaban dari hal-hal aneh yang dialaminya dan tentunya mencari tahu siapa orang yang berusaha membunuhnya. Kirby dan Velazquez mulai menyelidiki korban-korban pembunuhan dengan luka yang sama dan menemukan tujuh korban dalam jangka waktu 20 tahun. Semua memiliki bekas luka yang serupa di bagian perut dan selalu ada sesuatu yang ditinggalkan di dalam tubuh korbannya. Sementara mereka sibuk menyelidiki kasus-kasus tersebut, Harper mencari tahu tentang Velazquez dan mulai mencurigai ada salah satu korbannya yang selamat.

Series ini bukan mengenai whodunnit karena kita langsung tahu siapa pembunuhnya tetapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana ia melakukannya.

Saya menyukai puzzle dan lika liku misteri yang disodorkan meskipun kita tidak begitu diperkenalkan dengan Harper hingga di episode 6, kita tahu pembunuhan tersebut berawal dari Klara tetapi apa yang memicunya melakukan pembunuhan-pembunuhan lainnya dan bagaimana Harper memilih targetnya, semua masih terasa blur.

Misteri paling menonjol tentunya adalah si rumah yang membuat pemiliknya menjelajahi waktu. Meskipun rumah ini merupakan inti dari segala permasalahan tetapi rumah inipun tidak banyak dikupas.

Elisabeth Moss sudah menjadi favorit saya sejak film Shirley, Invisible Man, dan tentunya series Handmaid’s Tale. Ia salah satu yang membuat saya tertarik untuk menonton Shining Girls. Yang tak terduga justru pemeran Harper, Jamie Bell. Ia mampu menjadi lawan main yang sama kuatnya dengan Elisabeth Moss dan meskipun menjadi peran yang antagonis tetapi cukup sulit untuk mengalihkan pandangan dari karakternya.

Kreator : Silka Luisa Pemeran : Elisabeth Moss, Jamie Bell, Wagner Moura, Amy Brenneman, Phillipa Soo, Chris Chalk, Erika Alexander, Alex Goodrich

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: