The Cellar (2022) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Film The Cellar ini menurut saya memiliki pondasi konsep yang bagus tetapi sayangnya pengembangan ceritanya masih memiliki celah.

Bagian opening film ini pastinya sangat familiar untuk penggemar film2 horror. Sebuah keluarga pindah ke rumah baru yang dibelinya dari lelang lengkap dengan furniture yang diberikan cuma2. Tidak lama setelah mereka tinggal di rumah barunya, anak perempuan mereka menghilang. Keira berusaha menyelidiki kemana anaknya menghilang dan menemukan rahasia menyeramkan tentang rumah tersebut.

Sebuah rumah tua besar yang dijual beserta isinya dengan harga murah seharusnya sudah membuat siapapun curiga dan menyelidiki alasan rumah tersebut dijual dan mencari tahu histori dari pemilik sebelumnya. Tetapi film horror tentunya tidak berjalan seperti itu.

Konsep dasarnya tentang sebuah rumah yang menjadi gerbang menuju alam lain dengan sebuah rumus matematika, menurut saya menjanjikan tetapi pengembangan ceritanya, pembuka yang umum, penyelidikan misteri tentang rumah yang terasa tanggung, serta si suami yang kurang memiliki peran, membuat film ini menjadi kurang menonjol.

Sangat disayangkan karena saya justru mulai tertarik ketika Keira menyelidiki simbol2 di rumahnya, sejarah tentang keluarga penghuni sebelumnya, hingga menemui seorang profesor fisika untuk membantu penyelidikannya tentang simbol dan persamaan yang memenuhi rumahnya.

Pemeran yang minim dan hampir keseluruhan adegan terpusat pada Keira yang diperankan oleh Elisha Cuthbert, membuat dirinya menjadi pusat perhatian. Setelah sekian lama saya baru melihat lagi Elisha Cuthbert yang dulunya blondie dan bermain di genre horror seperti Captivity (2007), The Quiet (2005), House of Wax (2005).

Sesaat saya mengira ketika si anak menelpon ibunya ketika mati lampu dan ia harus menuju gudang bawah tanah untuk menyalakan listriknya kembali, akan ada teriakan panik tetapi kebalikannya si anak justru sangat tenang, transisi antara suaranya yang takut diawal lalu berubah menjadi datar, membuat suasana justru terasa lebih mencekam dan menyeramkan. Transisi itu sangat terasa, hening yang mencekam dan hanya suara menghitung. Ini adegan yang paling saya sukai dari keseluruhan film.

Sutradara : Brendan Muldowney Penulis Skenario : Brendan Muldowney
Pemeran : Elisha Cuthbert, Eoin Macken, Abby Fitz, Dylan Fitzmaurice-Brady