Skip to content

The Closet (2020) – movie review

Rating: 2 out of 5.

Film ini sebenarnya cukup bagus, saya sendiri sangat tertarik ketika melihat trailernya, tetapi ada beberapa bagian yang saya rasa agak membuat tanda tanya sehingga membuat rating film ini tidak sebagus yang diharapkan.

Sinopsis

Film dibuka dengan rekaman ritual pengusiran roh jahat di sebuah rumah yang berakhir gagal karena wanita yang melakukan pengusiran tersebut akhirnya terbunuh. Adegan film kemudian berpindah ke masa kini, dimana sebuah keluarga kecil baru saja mengalami tragedi kecelakaan mobil yang mengakibatkan sang ibu meninggal. Hubungan sang ayah, Sang Won, dan anak perempuannya, Yi Na, menjadi renggang sejak tragedi itu. Mereka pun pindah ke rumah baru di kota yang berbeda, berharap bisa membuka lembaran baru. Tetapi Sang Won justru disibukkan dengan proyek baru yang mengharuskannya bekerja di lokasi proyek agar tidak terancam posisinya dengan arsitek lain. Sang Won yang seharusnya meluangkan waktunya bersama Yi Na malah disibukkan dengan proyek barunya, ditambah lagi pengasuh yang dipekerjakannya tidak bertahan lebih dari satu hari sehingga akhirnya dengan terpaksa ia mendaftarkan Yi Na untuk ikut sebuah kamp seni. Sedih bercampur marah dengan keputusan ayahnya, Yi Na mulai terpengaruh oleh sosok yang mendiami lemari di kamarnya hingga suatu hari tiba2 Yi Na menghilang. Setelah sebulan menghilang, muncul seorang laki2, Kyeong Hoon, yang mengatakan bahwa roh jahat yang mengambil Yi Na dan ia bisa membantu Sang Won untuk menemukan Yi Na kembali.

Review

Saya akan memulai dengan menyebutkan beberapa kejanggalan dalam film ini. Kejanggalan pertama, ketika di awal film diperlihatkan ritual pengusiran roh jahat, mengapa wanita yang melakukan ritual tersebut membawa pisau? Apakah pisau itu memang dimaksudkan untuk mengusir dan membunuh roh jahat? Kedua, setelah dua puluh tahun kenapa akhirnya roh Myung Jin baru muncul, apa penyebab roh Myung Jin bisa muncul di rumah ayahnya setelah sekian lama? Apakah karena Sang Won membawa boneka kepunyaan Myung Jin sehingga ia bisa mengetahui keberadaan ayahnya yang masih hidup? Saya tidak menemukan hubungan yang agak masuk akal disini. Terakhir, ini bukan janggal tetapi momen yang membuat saya mendadak drop yaitu ketika Kyeong Hoon dan Sang Won sedang merekam aktivitas paranormal di kamar Yi Na, Sang Won masuk ke dalam kamar Yi Na dan melihat beberapa roh anak2 yang disebut Kyeong Hoon sebagai “para buta” yang tidak bisa melihat jika Sang Won menutup matanya, ini menurut saya jadi sedikit mirip dengan zombie daripada roh.

Ada sedikit kemiripan dengan The Conjuring dan Insidious dimana kehadiran roh di film ini dideteksi dengan teknologi meskipun karakter Kyeong Hoon dibuat tidak terlalu serius sementara dari awal karakter Sang Won sangat kaku dan serius. Yang menarik adalah Yool Heo dan Si-ah Kim memerankan Yi Na dan Myung Jin dengan cukup baik dan meyakinkan. Karakter mereka berubah dalam sekejap dari sedih, marah, menakutkan, dan membuat kita iba, dan semuanya sangat natural, tidak terlihat kaku, dan meyakinkan.

Secara keseluruhan konsep filmnya bagus, storylinenya pun mudah diikuti, sound effect dan jumpscare momentnya pun oke, tetapi ada karakter yang mungkin bisa jadi lebih cocok dengan konsep film ini.

Sutradara : Kwang-bin Kim Pemeran Utama : Jung-woo Ha, Yool Heo, Nam-gil Kim, Si-ah Kim

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: