review sinopsis film the sadness

The Sadness (2021) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Saya sudah menonton cukup banyak horror slasher tetapi film horror dari Taiwan ini mengkombinasikan antara virus dengan sisi tergelap manusia dengan tampilan seperti kerasukan roh jahat yang menjadikan film The Sadness amat sangat mengerikan.

Storyline film ini sangat sederhana, sepasang kekasih Kat dan Jim mengalami pertengkaran kecil tentang liburan yang sudah mereka rencanakan yang ternyata harus gagal karena Jim mendapat pekerjaan mendadak. Kat lalu berangkat kerja diantar oleh Jim dan di tengah perjalanan mereka melihat perkelahian berdarah yang sedang ditangani polisi. Setelah mengantar Kat, Jim mampir ke sebuah tempat makan. Disinilah ia mulai mengalami teror mengerikan dari apa yang disebut sebagai virus Alvin. Jim berusaha keluar dari kekacauan tersebut sambil mencari dan menyelamatkan Kat.

Latar belakang cerita pandemi tentunya sudah tidak asing lagi tetapi mutasi dalam film ini belum pernah saya temukan di film2 sejenis lainnya. Menonton film The Sadness ini seperti naik roller coaster dengan jalur curam tanpa henti. Bagian tenang hanya di menit2 awal, bila kalian tidak biasa menonton slasher saya tidak merekomendasikan film ini terutama dengan begitu banyak adegan mengerikan.

Storyline film ini sangat sederhana dan hanya terfokus pada aksi horror yang terjadi dimana2 dan semua orang dalam film ini terlihat mengerikan. Aksi kekerasan yang terjadi dikatakan disebabkan oleh virus Alvin yang sepertinya menyebar melalui darah atau apapun yang terkena dari si pembawa virus tersebut. Hal ini harus kita artikan sendiri karena tidak dijelaskan dalam film. Latar belakang ceritanya sangat singkat, bagaimana pengendalian virus tersebut pun lebih singkat lagi, tidak banyak penjelasan yang akan kalian temukan karena kita disajikan nonstop violence dari awal hingga akhir.

Saya rasa yang membuatnya sangat mengerikan adalah bahwa mereka yang terinfeksi sadar akan apa yang terjadi tetapi sisi manusiawi mereka telah mati dan hanya sisi jahat yang menguasai, berkembang, membenarkan apapun yang mereka pikirkan dan lakukan, haus ingin menyiksa siapapun tanpa terkecuali dengan cara yang paling menyakitkan, bahkan mereka terlihat sangat terkendali ketika menteror targetnya.

Ditengah2 kekerasan tersebut saya menyadari ada hal2 lain yang diselipkan sutradara Rob Jabbaz, salah satunya seperti adegan dimana orang2 di dalam kereta masih merekam dengan handphone mereka meskipun darah dimana2 dan beberapa orang mati dengan mengerikan. Selain itu saya juga harus memuji untuk make up artist dan visual effect yang luar biasa begitu pula dengan akting para pemeran yang sangat meyakinkan dan memberi efek horror yang dalam.

Sutradara : Rob Jabbaz Penulis Skenario : Rob Jabbaz Pemeran : Regina Lei, Tzu-Chiang Wang, Berant Zhu, Ying-Ru Chen, Wei-Hua Lan, Lue-Keng Huang, Ralf Yen-Hsiang Chiu, Chi-Min Chou