The Twin (2022) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Awal film The Twin ini sekilas terkesan cukup klise dimana pasangan Rachel dan Anthony pindah ke Finlandia setelah mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawa salah satu dari anak kembar mereka, Nathan. Dengan pindah ke rumah Anthony di Finlandia ini mereka berharap untuk bisa memulihkan trauma selepas kecelakaan tersebut.

Setelah pindah, Rachel mulai menyadari perubahan sikap Elliott seakan ia bersama dengan seseorang lalu ia mulai menyebut bahwa dirinya adalah Nathan. Rachel berusaha mencari bantuan dari dokter, bahkan bertanya pada Helen, salah satu tetangga yang mendekatinya dan menceritakan tragedi yang dialaminya di kota itu. Rachel pun menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang jahat di tempat itu, yang mengancam anaknya, Elliott.

Banyak elemen yang digunakan dalam film horror ini yang membuat penonton akan membuat kesimpulan ke arah tertentu tetapi seluruh elemen tersebut pada titik tertentu lama2 menurun, kehilangan daya tariknya lalu menjadi datar. Nuansa horror yang dibangun di awal pun seakan kurang terasa.

The Twin berusaha menyajikan trauma dari kehilangan anak dalam genre horror yang juga didahului oleh pernikahan yang gagal. Ada momen dimana Rachel bisa mempertahankan setengah realita meskipun ia masih tetap membawa “bayangan” yang tidak pernah ia lepas dari awal.

Rachel dan Elliott

Saya memahami apa yang ingin disampaikan melalui karakter Rachel, kejutan2 serta efek horror yang diharapkan tetapi bagian menuju ending film yang diharapkan mampu membuat shocking therapy justru kurang berhasil. Rasa sedih, kehilangan yang sangat dalam, duka, terjebak antara delusi dan realita, semua elemeni ini seperti kurang terasa dalam dan menyentuh hingga ending finalnya tidak tersampaikan pada penonton.

Ada beberapa adegan yang terasa mirip dengan film-film horror lain tetapi alur ceritanya tetap berbeda bila kita perhatikan secara keseluruhan karena maksud dari film ini tidak serupa dengan beberapa film horror yang dibandingkan tersebut.

Teresa Palmer berhasil membawakan karakter Rachel dengan akting yang memikat sehingga saya memahami apa yang sedang terjadi pada Rachel dari awal hingga akhir. Sedangkan karakter Anthony lebih sering berubah2 dan terasa plin plan walaupun akhirnya saya mengerti mengapa karakternya dibuat seperti itu. Helen, walaupun terlihat tidak penting tetapi karakter inilah yang dimaksudkan untuk menggiring penonton mempercayai ada sesuatu yang jahat yang sedang terjadi, walaupun di penghujung saya merasa ia terlalu tiba2 menjadi sangat kasar pada Rachel.

Secara keseluruhan, meskipun plotnya menurut saya kurang kuat tetapi saya cukup memahami alur ceritanya.

Sutradara : Taneli Mustonen Penulis Skenario : Aleksi Hyvärinen, Taneli Mustonen Pemeran : Teresa Palmer, Steven Cree, Tristan Ruggeri, Barbara Marten