Skip to content

We Have Always Lived in the Castle (2018) – movie review

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Shirley Jackson yang menceritakan sisi gelap manusia. Horror di film ini lebih ke arah sifat manusia yang gelap mata dengan kekayaan dan kesuksesan orang lain, dendam, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang diinginkan. Hampir semua karakter dalam film ini memiliki keanehan masing2. Tapi sebelum membahas lebih lanjut kita lihat dulu sinopsisnya.

Sinopsis

Merricat, Constance dan paman mereka Julian, adalah yang tersisa dari keluarga Blackwood yang tinggal di sebuah rumah besar di atas bukit, setelah sebuah tragedi yang menewaskan orangtua mereka. Warga percaya bahwa Constance membunuh orangtuanya dan meracuni paman Julian sehingga mereka sering dikatakan penyihir. Keluarga Blackwood sudah dibenci sejak dahulu oleh warga sekitar karena kekayaannya tetapi mereka masih bisa hidup dengan tenang hingga kedatangan sepupu jauh mereka, Charles Blackwood. Merricat merasa curiga dengan perilaku Charles yang sangat manis terhadap Constance dan semakin membencinya ketika Constance terbuai dengan kata2 manisnya hingga ia marah kepada Merricat. Suatu malam kebencian Merricat memuncak hingga ia membakar kamar Charles tetapi api menyebar hingga membakar seluruh lantai atas rumah. Meskipun akhirnya api padam tetapi warga sekitar yang memendam kebencian sejak lama, mengambil kesempatan itu merusak dan menjarah isi rumah mereka. Tidak hanya warga, Charles pun berusaha mengambil uang di dalam brankas tetapi gagal. Ia berusaha kembali keesokan harinya tetapi nasibnya tidak beruntung.

Review Storyline & Karakter

Karakter Merricat disini sangat pendendam dan posesif, ia terlalu banyak menyimpan kemarahan sehingga pada akhirnya terlampiaskan dengan membunuh. Ia percaya dengan ilmu sihir dan berusaha menimbun barang2 milik orang yang ia benci untuk menjauhkannya dari hal2 buruk tetapi ketika sadar hal itu tidak berhasil ia mencari cara lain untuk menyingkirkan orang tersebut. Constance, berlawanan dengan Merricat, pembawaannya sangat halus tetapi mudah dirayu dan cenderung menutup mata terhadap hal2 negatif. Merricat sangat posesif terhadap Constance, ia pernah menghasut Jim Donnell yang sangat mencintai Constance dan ingin membawanya pergi, hingga akhirnya Jim kehilangan pekerjaannya dan tentunya kehilangan Constance. Charles, mungkin salah satu karakter yang tidak disukai karena bermuka dua dan berniat menguasai kekayaan Blackwood. Hampir semua karakter di film ini memiliki hal negatif bahkan penduduk sekitar kediaman Blackwood pun mungkin kita tidak suka karena sikap yang sangat membenci dengan kata2 kasar yang selalu dikeluarkan kepada Merricat. Semua karakter ini membuat saya tidak memihak siapapun meskipun ada hal yang bisa dipahami mengapa mereka berbuat seperti itu.

Film ini sebenarnya cerita sederhana bahwa setiap manusia memiliki dua sisi tetapi dikemas dengan konsep “dark” dan didukung dengan sinematografi yang sejalan dengan konsep itu sehingga kita seakan2 dibawa ke suasana mencekam. Tidak ada efek jumpscare, tidak ada tampilan sadis dan berdarah2, karakter mereka pun tidak menggila tanpa sebab tapi memiliki latar belakang yang mendukung sisi negatif mereka meskipun tetap tidak setuju dengan perilaku mereka. Sebuah alur cerita biasa tetapi tetap dengan kerumitan tersendiri sehingga tetap menarik untuk ditonton. I hope i can read the novel too.

Sutradara : Stacie Passon Penulis Skenario : Mark Kruger, Shirley Jackson (novel) Pemeran Utama : Taissa Farmiga, Alexandra Daddario, Sebastian Stan, Crispin Glover, Paula Malcomson, Peter Coonan

Rate : ★ ★ ★ ☆ ☆

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: