Skip to content

DAHMER — Monster: The Jeffrey Dahmer Story – Netflix series review


Ini merupakan salah satu series yang diadaptasi dari kisah nyata dan salah satu yang menurut saya cukup berat untuk direview tetapi disisi lain banyak pesan penting yang bisa diambil dari series ini. Saya nyaris tidak tahu untuk memulai darimana karena cerita ini merupakan sebuah lingkaran kesalahan yang tidak berujung.

Episode pertama diawali di Milwaukee, Wisconsin tahun 1991 dengan kasus terakhir dimana Jeff Dahmer akhirnya tertangkap karena pria yang menjadi targetnya berhasil melarikan diri dari apartemennya dan melapor ke polisi terdekat. Setelah tertangkap Dahmer bersedia menceritakan kejahatan demi kejahatan yang sudah ia lakukan.

Jeffrey Dahmer merupakan anak dari Lionel dan Joyce Dahmer. Sejak awal, kehidupan pernikahan Lionel dan Joyce penuh dengan pertengkaran. Dari awal kehamilan, Joyce mengalami depresi dan mengkonsumsi berbagai obat untuk menenangkan dirinya. Disaat Dahmer berusia enam tahun, ia menemukan ibunya overdosis obat-obatan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Joyce digambarkan selalu berada dalam keadaan emosi yang labil dan hampir tidak memiliki kedekatan apapun dengan Jeff, sedangkan Lionel bekerja hampir sepanjang waktu. Walaupun Lionel lebih dekat dengan Jeff dibandingkan dengan ibunya tetapi sebagian besar waktu Jeff didorong untuk tinggal jauh dari Lionel. Momen kebersamaan yang mereka miliki justru merupakan awal mula dari sebuah ketertarikan yang bergerak menuju arah yang salah.

Disaat Jeff berusia 17 tahun, kedua orangtuanya bercerai. Joyce mendapatkan hak asuh atas David, adik Jeff, sedangkan Jeff sendiri diberikan kebebasan untuk memilih. Ketika Lionel mulai berhubungan dengan wanita lain, Joyce langsung pergi dari rumah dan membawa David. Ia meninggalkan Jeff sendirian berbulan-bulan hingga Lionel muncul bersama Shari.

Justru disaat Jeff hidup sendiri inilah awal mula ia memancing seorang pria yang berusaha menumpang mobilnya untuk pergi ke sebuah konser. Ketika pria tersebut mengetahui bahwa Jeff tidak bermaksud untuk mengantarnya dan berusaha pergi, Jeff memukul dan membunuhnya.

Jeff lulus SMA meskipun dengan nilai yang rendah, nyaris tidak lulus, lalu Lionel menyarankan Jeff untuk melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Ohio tetapi Jeff hampir tidak mengikuti semua kuliah hingga ia dikeluarkan. Lionel mulai kesal dan memasukkan Jeff ke angkatan darat dimana kemudian ia mengenal obat sedatif, tetapi di tahun 1981 ia kembali dikeluarkan dari angkatan darat. Lionel menyuruhnya mencari kerja, tinggal di rumah neneknya dan membantunya. Tetapi di titik ini Jeff mengenal sebuah klub malam dan mulai gencar melancarkan aksinya.

Banyak hal yang salah terjadi disekitar Jeff, orangtua yang tidak rukun dan berakhir pada perpisahan, penolakan, kurangnya perhatian, tidak ada yang benar-benar memperhatikan dan menyayangi Jeff. Jeff bahkan berhasil menyembunyikan kejahatannya dari keluarganya. Setiap kejahatannya hampir terungkap seakan selalu ada jalan untuk keluar. Jeff sangat jarang menghabiskan waktu bersama dengan orangtuanya, mereka selalu pergi disaat ia membutuhkan bahkan disaat ia memohon supaya mereka tetap tinggal.

Terlepas dari kejahatan mengerikan yang dilakukan Jeff Dahmer, series ini juga menunjukkan berbagai fakta lain yang membuat saya berpikir berapa banyak monster sebenarnya dalam kasus ini. Menurut saya dalam series ini bukan hanya Dahmer seorang monsternya. Bila melihat betapa mudahnya Jeff lolos untuk melakukan kejahatan dan banyaknya laporan masyarakat yang diabaikan menunjukkan lemahnya sebuah sistem keamanan yang seharusnya melindungi masyarakat. Bahkan para petugas hukum yang mengabaikan laporan seakan tidak merasa bersalah, fakta bahwa mereka bisa menyelamatkan jiwa seseorang tetapi justru mengembalikannya pada seorang pembunuh, tidak membuat mereka tersentuh. Mereka tidak merasa memiliki kesalahan yang membuat layak untuk dipecat. Yang lebih mengejutkan lagi mereka diberikan penghargaan. I wonder who is the monster here?

Yah series ini membuat saya tidak yakin siapa monster sebenarnya disini. Jeff memang monster, ia mengakuinya dan kejahatannya pun sangat mengerikan, tetapi monster-monster lain yang justru berlindung dibalik kebaikan tetapi tidak menyadari kesalahan yang dilakukan, mereka mungkin sama mengerikannya dengan Jeff.

Ketidakadilan adalah monster yang mengerikan.

Evan Peters merupakan aktor yang tepat untuk memerankan Jeffrey Dahmer, ia mampu memerankan sosok Dahmer yang menarik sekaligus berbahaya, kadang terlihat kuper tetapi mampu memancing setiap targetnya. Perannya di series American Horror Stories terbilang cukup sulit tetapi ia tetap berhasil, dan keberhasilannya memerankan Dahmer pun sekali lagi menunjukkan aktingnya yang luar biasa. Transformasinya pun membuat saya hampir tidak mengenali Evan Peters.

Menurut saya sudah terlalu banyak human error dalam kasus Jeff Dahmer, saya hampir tidak berhenti terkejut dan ini bukan hanya karena Dahmer tetapi begitu banyak pihak di sekitar Dahmer yang hampir sama mengejutkannya. Dahmer memang memiliki kemampuan untuk membaca situasi tetapi keberhasilannya untuk lolos juga didukung dengan fakta bahwa orang-orang yang ia hadapi menunjukkan kelemahannya dengan sangat jelas.

Kreator : Ryan Murphy, Ian Brennan Pemeran : Evan Peters, Niecy Nash, Richard Jenkins, Molly Ringwald, Michael Learned, Michael Beach, Penelope Ann Miller, Shaun J. Brown, Colin Ford

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this: