Skip to content

28 Years Later : The Bone Temple (2026) – movie review

28 Years Later: The Bone Temple adalah bagian kedua dari trilogi baru dalam semesta 28 Days Later. Jika film pertamanya masih terasa seperti pembuka yang mengguncang, kali ini ceritanya mengerucut lebih sempit—namun justru lebih gelap—dengan fokus pada satu kelompok tertentu… Read More »28 Years Later : The Bone Temple (2026) – movie review

The Great Flood (2025) – movie review

The Great Flood terasa seperti film yang datang dengan niat sangat serius: bencana besar, trauma personal, dan ide-ide eksistensial tentang manusia, ingatan, serta teknologi. Kim Byung-woo jelas tidak ingin sekadar membuat film tentang bencana dan survival yang memamerkan kehancuran. Ia… Read More »The Great Flood (2025) – movie review

Five Night at Freddy’s 2 (2025) – movie review

Five Nights at Freddy’s 2 dibuka dengan membawa kita mundur ke tahun 1982 di sebuah pizzeria. Di tengah suasana ramai, Charlotte terlihat panik berlari mengejar anak laki-laki yang dibawa oleh animatronik berbentuk hewan. Adegan ini bekerja sebagai dasar cerita yang… Read More »Five Night at Freddy’s 2 (2025) – movie review

Kombucha (2025) – movie review

Sebagai sebuah horor-komedi yang ber-setting di dunia kerja, Kombucha sebenarnya membuka cerita dengan premis yang menggelitik : kalau sesuatu terdengar terlalu sempurna dan mudah, biasanya ada harga yang harus dibayar. Tapi jujur saja, apa yang jadi “harga” dalam kantor ini… Read More »Kombucha (2025) – movie review

Shelby Oaks (2024) – movie review

Ada sesuatu yang merayap perlahan dalam Shelby Oaks—bukan hanya sosok misterius yang menghantui setiap rekaman, tetapi juga rasa bersalah dan ketakutan yang menempel pada karakter-karakternya. Di tangan sutradara dan YouTuber horror Chris Stuckmann, Shelby Oaks menjadi sebuah film yang mencoba… Read More »Shelby Oaks (2024) – movie review

Keeper (2025) – movie review

Setelah Longlegs dan The Monkey, Osgood Perkins kembali merilis film terbarunya berjudul Keeper. Sayangnya berbeda dengan kedua film sebelumnya, kali ini saya kurang bisa menikmati ceritanya. Bukan berarti film ini buruk tetapi kesan yang saya dapatkan jauh berbeda bahkan dari… Read More »Keeper (2025) – movie review

Review Film : Frankenstein (2025) | Netflix

Guillermo del Toro akhirnya mewujudkan obsesinya yang telah lama dinanti—Frankenstein. Setelah bertahun-tahun bermain dengan dunia makhluk-makhluk yang terbuang dan keindahan dari yang dianggap “monster,” film ini terasa seperti surat cinta sekaligus pengakuan dosa sang sutradara kepada konsep penciptaan dan kemanusiaan… Read More »Review Film : Frankenstein (2025) | Netflix

No Other Choice (2025) – movie review

Park Chan-wook kembali lewat sebuah film adaptasi dari novel Donald Westlake dan seperti biasa ia tidak hanya menceritakan kisah, tapi membongkar kerumitan dunia. Menurut Westlake, tujuan hidup bukan hanya hidup untuk diri sendiri, tapi juga menjadi individu yang utuh, punya… Read More »No Other Choice (2025) – movie review

Hallow Road (2025) – movie review

Ada jalan yang seharusnya tidak pernah dilalui. Jalan yang hanya muncul ketika malam menelan segala logika, dan yang tersesat di dalamnya jarang benar-benar kembali. Hallow Road, karya terbaru Babak Anvari, bukan sekadar film horor jalanan — ia adalah perjalanan batin… Read More »Hallow Road (2025) – movie review

Review Film : Black Phone 2 (2025) – Saat Mimpi Buruk Tak Pernah Benar-Benar Mati

Mimpi buruk tidak pernah berakhir, mungkin ini kalimat yang pas untuk menggambarkan film Black Phone 2. Sekuel ini seakan datang bukan hanya untuk melanjutkan cerita, tapi juga untuk membuka luka lama yang belum sempat sembuh. Beberapa tahun setelah Finney Blake… Read More »Review Film : Black Phone 2 (2025) – Saat Mimpi Buruk Tak Pernah Benar-Benar Mati

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights