Skip to content

From (2023) – season 2 review

Rating: 3.5 out of 5.

Kekacauan di kota terkutuk ini belum berhenti—malah semakin dalam, semakin tak masuk akal. Season 2 From dibuka dengan misteri baru: sebuah bus tiba-tiba datang, membawa orang-orang yang tak tahu apa-apa ke dalam lingkaran neraka ini. Di saat bersamaan, Tabitha—istri Jim—hilang begitu saja ketika basement yang digalinya runtuh. Hujan deras yang mendadak turun kala mereka berusaha menghubungi dunia luar lewat radio hanya menambah suasana makin sesak dan kacau.

Di luar sana, Sheriff Boyd menghadapi perjalanan paling aneh dalam hidupnya. Bersama Sara, ia terseret ke dalam kejadian-kejadian yang sulit dijelaskan. Saat Sara memintanya bersembunyi di dalam sebuah pohon, Boyd malah terlempar ke lubang batu tinggi—seolah dunia ini punya aturan sendiri yang tak seorang pun mengerti.

Season ini terasa jauh lebih padat daripada yang pertama. Konflik lebih rumit, karakter antagonis bermunculan, dan tekanan psikologis semakin menyesakkan. Bus yang datang membawa masalah baru, dan intensitas melonjak saat untuk pertama kalinya ada korban yang dibiarkan hidup oleh para monster—tapi dalam kondisi mengenaskan, seakan jadi bukti bahwa para makhluk itu menyimpan tujuan yang lebih kelam.

Boyd sendiri makin kehilangan pijakan. Apa yang dialaminya mulai menggerogoti kewarasan, sementara kembalinya Sara hanya menambah luka lama. Di sisi lain, Jim dengan teorinya yang semakin liar malah menciptakan kegelisahan baru. Mengajak Randall ke dalam rencananya terbukti menjadi blunder besar yang memicu konflik internal.

Teror pun naik level. Salah satu dari mereka terbunuh di dalam mimpi ketika sedang tidur—membuktikan bahwa mimpi pun bukan tempat aman. Tabitha perlahan-lahan menemukan sesuatu yang bisa jadi jawaban, sesuatu yang mungkin mengungkap akar dari kutukan ini. Namun “jawaban” itu justru menjadi pedang bermata dua: menutup season dengan sedikit kelegaan, tapi sekaligus membuka pertanyaan yang lebih besar.

Satu hal yang semakin jelas adalah bahwa para monster ternyata hidup tepat di bawah tanah tempat mereka tinggal. Namun misteri lain malah mencuat: banyak karakter mulai melihat hal-hal yang tidak nyata. Jade, Tabitha, bahkan Boyd sendiri tersiksa oleh halusinasi yang menambah kabut misteri dunia ini.

From season 2 berhasil menciptakan ketegangan baru, penuh misteri dan intrik, meski tetap pelit memberi jawaban. Setiap misteri yang muncul justru menambah pertanyaan, membuat kita semakin tersesat bersama para karakternya. Saya pun ikut bingung—bukan karena ceritanya membosankan, tapi karena rasanya dunia ini menolak untuk dijelaskan.

Dan ketika season ini akhirnya ditutup, ada sebuah titik terang yang memberi harapan. Ending-nya bukan hanya mengejutkan, tapi juga menyalakan rasa penasaran lebih besar: apakah mereka benar-benar bisa pulang? Ataukah semua ini hanya siklus tak berujung dari mimpi buruk yang sama?

Di season 2 ini atmosfer semakin mencekam dengan misteri yang semakin rumit. Di satu sisi ini membuat penonton tetap mengikuti jalan cerita tetapi di sisi lain dengan terlalu banyaknya misteri yang tidak memberikan jawaban jelas, bisa membuat penonton merasa lelah.

Season 2 ini tetap memancing rasa penasaran tetapi buat saya setidaknya harus ada sedikit jawaban yang terungkap. Rasanya penonton dibuat merasa sama tersesatnya dengan para karakter di series ini.

Walaupun saya merasa lelah dengan misteri dan pertanyaan yang tak terjawab, ending season 2 ini memberi secercah harapan.

Sutradara : Jack Bender, Brad Turner, Alexandra La Roche Penulis : John Griffin, Jeff Pinkner, Vivian Lee Pemeran : Harold Perrineau, Catalina Sandino Moreno, Eion Bailey, David Alpay, Elizabeth Sanders, Scott McCord, Ricky He, Chloe Van Landschoot, Pegah Ghafoori, Corteon Moore, Avery Konrad, Hannah Cheramy, Simon Webster

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights