Skip to content

Scream 7 (2026) – movie review

Rating: 2.5 out of 5.

Scream 7 dibuka dengan seorang penggemar “Stab” bernama Scott yang membawa pacarnya, Madison, ke rumah legendaris milik keluarga Macher, lokasi di mana peristiwa film pertama dan kelima berakhir. Tentu saja semua bisa menebak bagaimana adegan pembuka ini berakhir.

Perasaan itulah yang perlahan merayap sejak awal Scream 7—bukan lagi teror yang mengejutkan seperti dulu, melainkan sesuatu yang terasa lebih akrab, nyaris tak berubah. Ghostface kembali, ya. Tapi kali ini, yang menghantui bukan hanya sosok di balik topeng, melainkan alasan kenapa topeng itu terus hidup.

Sidney menerima panggilan video dari Stu Macher di awal film, yang mengancam akan membunuh putrinya, Tatum. Tak lama kemudian, teman-teman Tatum mulai diburu oleh Ghostface. Tapi apakah benar itu Stu?

Telepon misterius, permainan identitas, pembunuhan yang datang tanpa aba-aba—semuanya masih ada. Memang ada selipan teknologi disini yang membuat Scream 7 terasa lebih update dengan jaman tetapi secara keseluruhan cerita tidak terlalu membawa sesuatu yang benar-benar refreshing.

Setelah Jenna Ortega memutuskan untuk tidak melanjutkan karakternya di Scream 7, Kevin Williamson sekaligus Neve Campbell, dipanggil kembali dengan harapan mampu untuk menyelamatkan film ini. Sayangnya meskipun keduanya masih memberikan nuansa yang sama pada Scream tapi tidak bisa dipungkiri saya menginginkan sesuatu yang baru.

Dan karakter-karakter muda seperti Tatum, Ben, Chloe dan Lucas tidak memiliki kepribadian yang benar-benar terasa hidup. Dan entah kenapa setelah film Five Night at Freddy’s 2, McKenna Grace tampil kembali dengan kemunculan yang singkat di Scream 7. Sesuatu yang secara pribadi sangat saya sayangkan.

Tapi ada sesuatu yang saya temukan menarik, Scream 7 tidak lagi terlalu sibuk menjelaskan aturan genre seperti pendahulunya. Ia justru mulai menggali sesuatu yang lebih dalam: trauma sebagai warisan. Karakter-karakternya tidak hanya berusaha bertahan hidup dari teror, tapi juga dari ingatan. Dari rasa bersalah. Dari ketakutan bahwa kekerasan ini bukan kebetulan, melainkan pola yang terus berulang—dan mungkin, tidak akan pernah benar-benar berhenti.

Di titik itu, film ini terasa hampir eksistensial. Apa arti mengalahkan pembunuh, jika yang sebenarnya tidak pernah mati adalah alasan di baliknya? Scream 7 berhenti menjadi sekadar slasher. Ia berubah menjadi refleksi tentang manusia yang hidup terlalu lama dalam bayang-bayang teror.

Dan mungkin, pertanyaan yang tersisa bukan lagi tentang siapa yang berada di balik topeng itu.

Tapi…
jika ketakutan bisa diwariskan, apakah kita benar-benar pernah punya kesempatan untuk lepas darinya?

Sutradara : Kevin Williamson Screenplay: Kevin Williamson & Guy Busick Pemeran : Neve Campbell, Isabel May, Jasmin Savoy Brown, Mason Gooding, Anna Camp, David Arquette, Roger L.Jackson, Michelle Randolph, Jimmy Tatro, Mckenna Grace, Asa Germann, Celeste O’Connor, Sam Rechner, Ethan Embry, Mark Consuelos, Tim Simons, Matthew Lillard, Joel McHale, Courteney Cox

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights