Skip to content

The Other (2025) – movie review

Rating: 2 out of 5.

Disutradarai oleh Paul Etheredge, film ini bergerak pelan—menyusup ke ruang paling rapuh dalam keluarga, sebelum perlahan mengupas lapisan kenyamanan itu dan menunjukkan sesuatu yang jauh lebih gelap dari sekadar hantu.

Ceritanya berpusat pada pasangan Robin dan Daniel yang mengadopsi Kathelia, seorang anak yatim piatu yang bisu dengan masa lalu misterius.

Awalnya, adopsi ini terlihat sebagai langkah penuh harapan untuk membangun keluarga baru. Tapi sejak Kathelia masuk ke rumah itu, ada sesuatu yang berubah. Bukan hanya suara-suara aneh di malam hari, tapi juga tatapan, perilaku, dan rasa asing yang perlahan menekan semua orang di dalamnya. Apa yang awalnya terasa sebagai “peluang baru” berubah menjadi perjalanan menuju kegelapan yang tak terhindarkan.

Yang menarik dari The Other adalah keberaniannya menolak efek digital yang berlebihan.
Etheredge menggunakan efek praktis dan atmosfer dingin yang membuat ketegangan terasa. Cahayanya redup, rumahnya terasa hidup tapi memerangkap.

Avangeline Friedlander sebagai Kathelia tampil dengan kuat. Ia tidak butuh banyak dialog untuk membuat kita tidak nyaman. Tatapan kosongnya bisa berubah menjadi jeritan diam, dan tanpa suara pun, ia berbicara lebih keras dari siapa pun di film ini.

Kalau mau melihat lebih dalam, The Other bukan cuma soal anak misterius atau rumah berhantu.
Film ini menyimpan lapisan yang gelap dan manusiawi—tentang trauma, identitas, dan sisi “lain” dalam diri kita.

Bisu bukan berarti tanpa suara. Kathelia adalah simbol dari luka yang tidak bisa dijelaskan—trauma yang diam-diam hidup dalam diri seseorang dan keluarga yang menampungnya. Semakin jauh cerita berjalan, rumah itu terasa menyempit—seolah mencerminkan pikiran dan emosi penghuninya yang makin terperangkap oleh rasa bersalah dan ketakutan.

Monster dalam The Other tidak datang dari luar rumah. Ia tumbuh dari dalam—dari sesuatu yang kita tutup, kita tolak, dan kita sebut sebagai bukan milik kita.

Tetapi film ini memang tidak sempurna, bagian awalnya terasa berjalan sangat lambat, mungkin karena terlalu berusaha berhati-hati. Walaupun dibagian kedua eksplorasi karakternya mulai lebih terasa, dan di bagian akhir menjadi lebih dark dan bloody dengan ekstrem, tetapi masih terasa kurang cukup untuk membuatnya membekas.

Sutradara : Paul Etheredge Penulis : Paul Etheredge Pemeran : Olivia Macklin, Dylan McTee, Avangeline Friedlander, Shawnee Smith, Lily D. Moore

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights