Siap-siap terjebak di tengah hutan liar dengan teka-teki kematian, dan karakter-karakter yang lebih kompleks dari jejak kaki di tanah basah. Untamed adalah miniseri thriller terbaru dari Netflix yang hanya berjumlah enam episode, namun menghadirkan ketegangan atmosferik yang padat dan efektif.
Berlatar di kawasan alam liar Yosemite, cerita ini mengikuti Kyle Turner (Eric Bana), agen khusus yang menyelidiki kematian misterius seorang gadis muda. Kasus ini tidak hanya membuka rahasia gelap taman nasional, tetapi juga memaksa Kyle menghadapi trauma pribadinya yang lama terkubur.
Series ini langsung dibuka dengan adegan pembunuhan yang dingin dan brutal. Seorang gadis muda — tanpa identitas — ditemukan tewas, terjatuh dari atas tebing bebatuan.
Kyle Turner, agen khusus dari National Parks Service, bergerak cepat untuk mengamati korban yang tergantung di tebing. Karakternya memang tidak langsung mudah disukai. Bahkan bisa dibilang menyebalkan. Tapi justru itu yang bikin menarik. Kyle adalah tipe karakter yang terlihat dingin dan kaku, tapi semakin lama kita diajak mengupas alasan dibalik itu.
Misteri utama berpusat pada kematian gadis muda yang tak dikenal — seorang Jane Doe — yang jadi teka-teki utama sepanjang seri. Tapi “Untamed” bukan sekadar mencari pelaku. Ini tentang menyelami bagaimana manusia menyimpan luka, dan bagaimana alam punya cara sendiri untuk mengungkap kejahatan.
Premis tentang kejahatan yang terjadi di “sudut terpencil taman nasional” adalah ide yang berbeda dengan potensi besar. Sayangnya menuju akhir, ceritanya terasa seakan kehilangan arah dan ketika twist akhirnya muncul, justru tidak terasa seperti kejutan.
Series ini seakan menyimpan semua jawaban di penghujung series. Alih-alih membangun ketegangan secara bertahap, penonton dibawa melewati lima episode hanya untuk dihujani informasi sekaligus di akhir.

Salah satu kekuatan utama Untamed adalah konsistensi dalam membangun misteri tanpa bertele-tele.
Cerita dimulai dari pertanyaan sederhana : Apakah ini kecelakaan, bunuh diri, atau pembunuhan? Namun seiring penyelidikan berjalan, muncul pertanyaan yang lebih dalam : Siapa sebenarnya yang kita lindungi saat hukum ditegakkan di tanah milik alam?
Semakin dalam kasus tersebut diselidiki, semakin gelap pula rahasia yang muncul—baik dari taman nasional, maupun dari masa lalunya sendiri.
Eric Bana sebagai Kyle Turner tampil solid sebagai seorang penyelidik yang menyimpan trauma dalam diam. Pendekatannya yang tenang dan realistis membuat karakter Kyle terasa manusiawi. Ia bukan tipikal “detektif brilian dengan masa lalu kelam”, tapi manusia biasa yang mencoba tetap waras di tengah sistem dan medan yang sama-sama keras.
Naya Vasquez yang diperankan oleh Lily Santiago, memberikan kontras yang menarik. Sebagai ranger muda, ia cepat belajar, kritis, dan punya semangat idealis yang menguji kesabaran Kyle. Meski pendekatan mereka sangat berbeda, kerja sama mereka cukup efektif dan menyatu.
Hal terbaik dari Untamed adalah nuansa dan atmosfernya yang kuat. Sinematografi Untamed memang patut diapresiasi. Dengan latar taman nasional Yosemite yang indah tapi sunyi, menciptakan sensasi kontras yang menghantui. Kejahatan yang terjadi di tengah keindahan alam memang menjadi pembeda yang menarik dari cerita kriminal urban yang sering kita tonton.
Untamed memiliki semua elemen dasar untuk menjadi drama thriller yang berbeda dan membekas: lokasi yang memikat, premis yang orisinal, dan aktor utama yang solid. Namun sayangnya, eksekusinya kurang konsisten.
Series ini bukan tontonan buruk. Beberapa elemen tetap layak diapresiasi, terutama atmosfer, sinematografi, dan akting Eric Bana.
Kreator : Elle Smith & Mark L. Smith Pemeran : Eric Bana, Sam Neill, Rosemarie DeWitt, Lily Santiago, Wilson Bethel, William Smillie
