Skip to content

Dead Mail (2024) – movie review

Rating: 2 out of 5.

Film ini mungkin tidak akan cocok untuk semua penonton, tapi bukan karena tone film yang terasa vintage karena berlatar di tahun 1980an.

Dead Mail dibuka sebagai kisah Jasper (Tomas Boykin), seorang penyelidik surat mati di sebuah kota kecil di Illinois. Di antara tumpukan surat bernilai tinggi dengan alamat tak lengkap, ia menemukan secarik karton berdarah yang misterius. Jasper digambarkan hampir seperti selebritas kecil di kantor pos—rekan kerjanya, Bess (Susan Priver), membicarakannya dengan suara pelan penuh kagum, seolah sedang menunjuk artis terkenal di lobi. Di luar pekerjaannya, Jasper tinggal di rumah singgah untuk pria, memberi isyarat bahwa ia membawa beban masa lalu yang tidak sepenuhnya kita ketahui.

Ketegangan ini menarik dengan cerita yang berbeda, tapi sayangnya tidak pernah benar-benar digali. Jasper—menghilang di pertengahan cerita. Alur ceritanya berputar kembali untuk menjelaskan bagaimana surat berdarah itu bisa muncul di kotak pos sejak awal. Di titik inilah Dead Mail mulai berbelok tajam.

Fokus cerita berpindah ke Trent (John Fleck), penggemar synthesizer tanpa latar belakang teknik yang memadai, yang terobsesi pada Josh (Sterling Macer Jr.), seorang jenius yang jauh lebih berbakat. Obrolan mereka bermula dari satu masalah teknis: betapa sulitnya menciptakan suara woodwind yang benar-benar meyakinkan secara sintetis. Bagi Trent, ini adalah kemitraan bisnis. Tapi bagi Josh, semuanya berakhir begitu ia berhasil penawaran yang lebih bagus.

Sejujurnya secara visual film ini bisa dibilang cukup menarik. Perhatian terhadap detail periode terasa sangat serius.

Sayangnya film ini secara keseluruhan terasa seperti sebuah film pendek yang diperpanjang dengan bingkai naratif, ketimbang sebuah cerita panjang yang benar-benar utuh. Alurnya dipenuhi dengan detail-detail aneh dan ritmenya semakin lama seakan kehilangan tenaga. Klimaksnya pun terasa datar, nyaris tanpa ledakan emosi.

Perhatian film ini memang lebih banyak tercurah pada suasana dan setting ketimbang perkembangan cerita. Jadi meskipun film ini jelas belum “mati di tempat”, rasanya bisa kita nantikan bahwa karya selanjutnya akan memiliki visi estetika yang lebih kuat dan dengan narasi yang lebih solid.

Sutradara : Joe DeBoer, Kyle McConaghy Penulis : Joe DeBoer, Kyle McConaghy Pemeran : Sterling Macer Jr, John Fleck, Tomas Boykin, Micki Jackson, Susan Priver, Sean Heyman

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights