Skip to content

Dept. Q (2025) – series review | Netflix

Rating: 4 out of 5.

Misteri lama tidak pernah mati. Mereka hanya menunggu seseorang cukup berani untuk menggali kuburannya kembali.”

Dept. Q bukan sekedar serial detektif. Ini adalah potret dingin dari luka yang belum sembuh, keadilan yang tertunda, dan obsesi yang perlahan-lahan menggerogoti manusia dari dalam. Diadaptasi dari novel kriminal laris karya Jussi Adler-Olsen, serial ini menyelam jauh ke dalam sebuah kasus dingin yang terlupakan oleh waktu, tapi tidak oleh para korban.

Sinopsis. Carl Morck, seorang detektif yang dikenal keras kepala dan sulit diajak bekerja sama, dipindahkan ke Unit Q — departemen khusus yang menangani kasus-kasus tak terpecahkan, setelah ia mengalami penembakan dalam sebuah kasus yang menewaskan satu polisi dan membuat rekannya lumpuh. Bersama asistennya yang penuh semangat dan misterius, Akram, dan juga Rose, mereka mulai membongkar satu demi satu kasus lama, hanya untuk menyadari bahwa kebenaran tidak pernah sesederhana yang terlihat.

Review. Selain dari segi cerita, karakter-karakter yang muncul juga menarik. Nyaris tidak ada yang membosankan dari sembilan episode, saya berusaha mengikuti dengan seksama setiap episodenya supaya tidak kehilangan informasi sedikitpun.

Morck bukan detektif heroik klasik. Ia penuh amarah, kecewa, dan nyaris menyerah. Tapi justru karena itu, kita bisa merasakan kemanusiaannya. Akram, di sisi lain, menjadi penyeimbang yang penuh kejutan — tokoh yang tampaknya sederhana tapi menyimpan masa lalu yang dalam dan memiliki skill yang tidak terduga. Chemistry keduanya menjadi tulang punggung cerita.

Tidak hanya Morck dan Akram, Rose pun menjadi tambahan anggota yang tidak kalah menarik dan membuat suasana menjadi sedikit lebih ceria. Saya menyukai kombinasi ketiganya, begitu pula dengan tambahan detektif Hardy, yang awalnya nyaris putus asa dengan kondisinya setelah terkena tembakan dan lumpuh.

Kasus pertama dimulai dari seorang wanita yang telah menghilang selama empat tahun, Merritt Lingard. Misterinya dirancang untuk membuat penonton terus menebak, sambil menemukan banyak hal di sepanjang penyelidikan, terutama yang terkait dengan kasus terakhir yang ditangani Merritt.

Ceritanya tidak berjalan dalam satu timeline saja, ada kilas balik dari masa muda Merritt, dan kita juga bisa melihat bagaimana kondisi Merritt. Bahkan yang menurut saya cukup pintar adalah, kita diperlihatkan sebagian visual dari siapa yang menculik Merritt, tetapi kita tetap tidak mengetahui siapa karakter tersebut dan bagaimana kaitannya dengan Merritt.

Saya sangat menikmati series ini dan berharap season 2 akan muncul. Season 1 Dept. Q bisa kalian tonton di Netflix mulai tanggal 29 Mei 2025.

Sutradara : Scott Frank, Elisa Amoruso Penulis : Scott Frank, Chandni Lakhani, Jussi Adler-Olsen (novel) Pemeran : Matthew Goode, Chloe Pirrie, Alexej Manvelov, Steven Miller, Jamie Sives, Leah Byrne, Alison Peebles, Aaron McVeigh, Sanjeev Kohli, Kate Dickie, Mark Bonnar, Tom Bulpett

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights