Skip to content

The Ritual (2025) – movie review

Rating: 2 out of 5.

Film “Ritual” mungkin akan menarik perhatian sebagai film horor yang dibintangi oleh Al Pacino, namun sayangnya, ia kurang berhasil memberikan pengalaman sinematik yang mendalam dan berkesan. Berangkat dari kisah nyata kasus kerasukan Emma Schmidt yang terkenal di tahun 1928, dan dianggap sebagai salah satu eksorsisme paling terkenal dalam sejarah eksorsisme di Amerika, film ini justru terjebak dalam klise horor eksorsisme yang sudah sering kita lihat sebelumnya.

Sinopsis. Film ini berlatar belakang di era 1928, mengisahkan tentang Pastor Theophilus Riesinger (Al Pacino), seorang veteran eksorsisme yang meyakini kerasukan iblis dan teguh pada keyakinan agamanya, dan Pastor Joseph Steiger (Dan Stevens), seorang pendeta muda yang lebih modern dan skeptis.

Keduanya ditugaskan untuk menyelidiki dan menangani kasus kerasukan misterius pada seorang gadis muda bernama Emma Schmidt (Abigail Cowen) yang menunjukkan tanda-tanda kerasukan ekstrem. Perbedaan pandangan ini membawa mereka pada konflik internal dan eksternal, di mana keyakinan berhadapan dengan keraguan, saat mereka mencoba menyelamatkan jiwa Emma dari kekuatan gelap yang menguasainya.

Review. Secara premis, “Ritual” menjanjikan perpaduan horor spiritual dengan konflik internal dua pastor yang berbeda pandangan. Kita berharap bisa melihat adu argumen yang cerdas, ketegangan yang dibangun perlahan, dan akhirnya, klimaks yang mengejutkan.

Tapi alih-alih menyajikan penyelidikan mendalam, film ini justru terjebak dalam alur cerita yang lambat dan penuh dialog-dialog berat yang tidak mengarah ke mana-mana. Tempo film terasa berlarut-larut, dan plotnya terlalu mengandalkan formula eksorsisme klasik yang mudah ditebak.

Terutama di paruh kedua, banyak adegan yang seharusnya menjadi momen puncak ketegangan, justru terasa datar karena narasi yang terlalu konvensional dan gagal memberikan kejutan.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang patut diapresiasi. Al Pacino, di usianya yang tidak lagi muda, tetap menunjukkan karismanya, meski beberapa kritikus menganggap penampilannya tidak sepenuhnya maksimal. Dan Stevens juga memberikan performa yang cukup solid. Dan yang tak kalah penting, Abigail Cowen berhasil menampilkan akting fisik dan emosional yang kuat sebagai Emma, terutama dalam adegan-adegan kerasukan yang ditampilkan secara brutal.

Namun, penampilan akting yang kuat ini tidak cukup untuk menutupi kelemahan fundamental dalam naskah dan penyutradaraan. Film ini terlalu setia pada formula horor eksorsisme klasik, tanpa memberikan pendekatan baru atau sudut pandang yang segar. Pilihan untuk tetap menganggap kerasukan sebagai fenomena supernatural alih-alih mengeksplorasi kemungkinan penyakit mental—sebuah topik yang sangat relevan di era modern—terasa seperti peluang yang disia-siakan.

Belum lagi, performa Ashley Greene dan Patricia Heaton sebagai biarawati muda dan ibu kepala biara yang tidak banyak dimanfaatkan. Karakter mereka cuma jadi pelengkap. Minim dialog, minim fungsi.

Apalagi latar belakang cerita, baik tentang Emma maupun tentang pastor Steiger, tidak begitu mendalam sehingga saya tidak merasa terhubung dengan karakter-karakter tersebut.

Film ini tidak memberi ruang untuk membangun cerita dan langsung terjun ke inti kasus, tanpa pondasi yang kuat serta karakterisasi yang mendalam. Ceritanya jadi terasa hambar, dan para aktornya pun jadi tidak memiliki referensi yang cukup untuk memberikan penampilan yang kuat.

Saya jadi mencari bahan sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Emma Schmidt. Emma tinggal bersama ayahnya yang kasar dan alkoholik sementara ibunya meninggal saat usia Emma 8 tahun. Emma adalah seorang yang religius dan rajin ke gereja, tetapi tiba-tiba di usia 14 tahun ia berhenti pergi ke gereja. Menurutnya ia mulai merasakan perasaan marah dan segala hal negatif saat memasuki gereja. Emma disarankan untuk berkonsultasi pada Pastor Theophilus Riesinger. Eksorsisme dilakukan tidak lama setelah sesi konsultasi dan berhasil. Tetapi tidak bertahan lama, siksaan dari ayahnya dan bibinya, Mina, membuat Emma kembali terpuruk. Akhirnya Pastor Theophilus Riesinger meminta bantuan Pendeta Joseph Steiger untuk melakukan eksorsisme.

Pada akhirnya, “Ritual” adalah sebuah film yang memiliki potensi besar, tetapi gagal memanfaatkannya. Bagi penggemar genre horor yang mencari sesuatu yang baru, film ini mungkin mengecewakan. Namun, jika Anda penasaran melihat Al Pacino dalam genre horror, film ini mungkin bisa menjadi tontonan, meskipun Anda harus bersiap menghadapi cerita yang terasa klise dan hambar.

Sutradara : David Midell Penulis : David Midell, Enrico Natale Pemeran : Al Pacino, Dan Stevens, Ashley Greene, Abigail Cowen, Maria Camila Giraldo, Meadow Williams, Patrick Fabian, Patricia Heaton

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights