Pernah ngerasa ada yang ngikutin kamu? Bukan cuma di belakang pintu, tapi kayak nempel di diri kamu sendiri? Di film It Feeds, rasa takut itu nggak sekadar datang dari suara-suara aneh, tapi benar-benar bikin kamu bertanya-tanya: siapa yang benar-benar kamu lawan—makhluk itu, atau dirimu sendiri?
Sinopsis. Film It Feeds bercerita tentang seorang ibu tunggal, Cynthia, yang juga seorang psikolog paranormal. Ia dibantu putrinya Jordan, membuka sesi konsultasi pribadi di rumahnya. Suatu ketika, seorang anak perempuan bernama Riley menerobos masuk ke rumah, meminta bantuan. Melihat bekas luka di tangan Riley, Jordan pun berusaha membantu tetapi bukan hanya ayah Riley yang menolak bantuan, Cynthia pun menolak berurusan dengan Riley ketika melihat sosok hitam menyeramkan yang menempel pada Riley.
Review. Film ini nggak buang waktu buat bikin penonton betah. Opening sequence-nya lumayan bikin jantung deg-degan, dengan suasana kelam yang langsung meresap. Meski bukan adegan paling orisinal, pace-nya rapih dan cepat bikin penasaran: apa sih yang sebenarnya terjadi?
It Feeds mengambil tema possession—tapi nggak sekadar soal makhluk gelap yang ngincer mangsa. Film ini juga menyelipkan konflik keluarga, trauma, dan rasa bersalah yang bikin ceritanya punya lapisan emosional. Di beberapa bagian, hubungan ibu-anak ini terasa real—terutama saat si ibu berjuang menghadapi rasa takut yang secara nggak langsung juga “memakan” dirinya sendiri.

Ashley Greene lumayan berhasil bikin saya simpati sama karakternya, Cynthia, yang harus juggling antara jadi ibu, psikolog, dan ketakutannya. Dia tampil stabil, walau ada momen di mana emosinya kayak nggak sepenuhnya dilepas.
Karakter Jordan punya layer yang cukup menarik, remaja yang sebenarnya punya niat baik tetapi keras kepala. Ending film ini menampilkan sisi lain dari Jordan yang tidak saya duga.
Film ini sebenarnya cukup solid, baik dari segi cerita maupun visual, tetapi saya tidak terlalu menyukai sosok visual makhluk yang digambarkan menempel pada Riley. Sosoknya digambarkan dengan sederhana, seperti bayangan hitam dengan tangan panjang. Walaupun begitu ceritanya tetap terasa creepy dan ada momen dimana efek jumpscarenya berhasil.
Dan yang paling saya suka adalah detail-detail supranaturalnya terasa alami, seperti bekas luka yang muncul setelah Cynthia “melihat” ke dalam pikiran pasiennya maupun Jordan.
Pesannya jelas: kadang rasa takut itu datang dari trauma yang belum kita selesaikan—dan kalau kita biarin, rasa takut itu bisa “memakan” kita dari dalam. Hubungan keluarga juga bisa jadi sumber kekuatan atau malah jadi sumber ketakutan baru.
Sutradara : Chad Archibald Penulis : Chad Archibald Pemeran : Ashley Greene, Ellie O’Brien, Shawn Ashmore, Juno Rinaldi, Shayelin Martin, Mark Taylor
