Sebagai sebuah horor-komedi yang ber-setting di dunia kerja, Kombucha sebenarnya membuka cerita dengan premis yang menggelitik : kalau sesuatu terdengar terlalu sempurna dan mudah, biasanya ada harga yang harus dibayar. Tapi jujur saja, apa yang jadi “harga” dalam kantor ini benar-benar di luar ekspektasi siapa pun.
Ceritanya berfokus pada Luke, seorang musisi yang tengah merintis karirnya tetapi tak kunjung mendapatkan kesempatan. Lalu Luke bertemu teman lamanya yang bernama Andy, ia menawarkan pekerjaan menggiurkan di kantornya, Symbio, tanpa persyaratan khusus.
Luke mencoba “keberuntungannya” dan di hari pertama yang ia duga adalah sebuah interview ternyata langsung diterima bekerja dengan gaji yang tidak bisa ia tolak, hanya berdasarkan rekomendasi Andy semata. Tetapi sejak hari pertama bekerja ia sudah dipaksa secara halus untuk mencoba minuman Kombucha yang mereka produksi.

Meskipun awalnya Luke menolak, tetapi akhirnya ia menyerah dan meminumnya. Luke pun merasakan efeknya yang membuat ia nyaris tidak merasakan lelah sedikit pun ketika dituntut mengejar deadline. Hasil kerjanya meningkat cepat tapi hal ini diikuti juga dengan efek samping yang mengerikan.
Premisnya memang menarik dan menggelitik, membaca sinopsis awalnya saja saya sudah tergoda untuk menonton film ini. Body horrornya memang terasa gross dengan alur cerita yang cukup menarik setidaknya hingga pertengahan cerita.
Saya sendiri tidak menyangka bahwa saya akan menonton film bergenre komedi horror ini tanpa berhenti. Set up suasana kerja yang disatu sisi terasa sangat positif dengan ide-ide yang mengalir lancar dan kalimat-kalimat yang memberi semangat, tetapi disisi lain ada hal-hal tersembunyi yang mencurigakan dibalik hal-hal yang terasa baik dan positif tersebut.
Walaupun bagian pertengahan hingga endingnya tidak semenarik bagian awal film tetapi secara keseluruhan saya cukup menikmati film ini.
Sutradara : Jake Myers Penulis : Geoff Bakken, Jake Myers Pemeran : Terrance Carey, Claire McFadden, Paige Bourne, Jesse Kendall
