Skip to content

Tormento (2025) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Film Tormento mengikuti Brenda, seorang penjaga keamanan yang hari itu tiba-tiba dipindahkan ke sif malam di sebuah kamar jenazah. Seperti umumnya premis horor klasik, keheningan di sana perlahan berubah menjadi teror saat ia menyadari ada sesuatu yang seakan memaksanya untuk menghadapi ketakutan pribadinya.

Salah satu kekuatan utama film ini adalah penampilan Natalia Solián. Dia berhasil membawakan karakter yang terlihat lelah secara mental namun harus berjuang menghadapi hal-hal supranatural. Emosi dan ekspresi wajahnya sangat membantu membangun ketegangan, mengingat sebagian besar durasi film hanya berfokus pada dirinya.

Alurnya memang sedikit lambat (slow-burn) di bagian tengah walaupun secara konsep sebenarnya film ini cukup menarik.

Film ini bermain di setup yang cukup solid, satu lokasi terbatas, satu karakter utama yang kelelahan, dan satu malam yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Premis seperti ini terlihat cukup efektif untuk menciptakan tekanan psikologis apalagi film ini menekankan pada rasa bersalah yang perlahan muncul sebagai teror utama.

Referensi Alkitab yang membuka film bukan sekadar detail tambahan; ia menegaskan bahwa yang akan kita saksikan bukan sekadar kisah hantu, melainkan bentuk penebusan dosa. Ini adalah proses batin, di mana menyembunyikan sebuah perbuatan membawa konsekuensi yang tak terelakkan.

Karakter Brenda memang menjadi elemen kunci yang menopang pendekatan film ini. Ia menghadirkan kelelahan dan kecemasan secara fisik, dibandingkan ancaman eksternal. Apa yang dialami Brenda kerap memunculkan keraguan antara apa yang nyata dan apa yang hanya ada dalam pikirannya.

Walaupun terasa familiar tapi sebenarnya ada sisi yang bisa digali lebih dalam lagi yang membuat ceritanya bisa menjadi lebih kuat dan endingnya lebih terasa klimaks.

Sayangnya repetisi situasi yang serupa membuat penonton mungkin akan menyerah di pertengahan. Walaupun bisa jadi hal ini dimaksudkan untuk menggambarkan betapa karakter Brenda ini seakan terperangkap dalam labirin mental dan rasa bersalahnya. Tetapi hal ini justru terasa melelahkan untuk ditonton.

Tetapi ketika bertahan sedikit lebih lama, ternyata film ini membawa sebuah pesan yang cukup dalam, yang membuat saya memikirkan tentang konsekuensi dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Dan film ini kembali menegaskan di mana monster sebenarnya kadang bukan berasal dari hal supernatural, melainkan dari beban rasa bersalah dan ketidakmampuan untuk melarikan diri dari kesadaran diri sendiri.

Sutradara : Olallo Rubio Penulis : Hugo Cardozo, Olallo Rubio Pemeran : Natalia Solián, Hoze Meléndez, Fernando Banda

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights