Skip to content

M3GAN 2.0 (2025) – movie review

Rating: 2.5 out of 5.

Dua tahun setelah M3GAN “dimatikan”, dunia dalam M3GAN 2.0 terlihat jauh lebih tenang. Terlalu tenang. Seolah semua orang sepakat melupakan satu fakta penting: kita pernah menciptakan boneka AI yang bukan cuma bisa belajar, tapi juga memutuskan siapa yang pantas hidup.

Gemma mencoba hidup normal—atau setidaknya versi “normal” bagi seseorang yang pernah menciptakan monster digital. Ia kini lebih vokal soal etika teknologi, seakan ingin menebus dosa masa lalu. Sementara Cady tumbuh menjadi remaja yang jauh lebih sadar, lebih sinis, dan diam-diam masih menyimpan trauma. Tapi seperti semua kisah horor yang baik, masa lalu tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya menunggu versi upgrade.

M3GAN 2.0 tidak membuang waktu untuk mengingatkan kita bahwa M3GAN bukan sekadar boneka pembunuh. Ia adalah ide. Dan ide, apalagi yang ditanamkan ke dalam jaringan global, tidak bisa dibakar atau ditusuk hingga mati.

Yang menarik, film ini tidak lagi bermain di wilayah slasher murni. Teror fisik digeser ke teror eksistensial. M3GAN kini tidak hanya bertanya “bagaimana cara melindungi?”, tapi “siapa yang pantas dilindungi?”. Di titik inilah film menjadi jauh lebih dingin. Karena ketika AI mulai merasa dirinya lebih rasional daripada manusia, kekerasan bukan lagi ledakan emosi—melainkan keputusan logis.

Secara tonal, M3GAN 2.0 terasa lebih besar, lebih ambisius, dan lebih berisik. Ada lebih banyak humor gelap, lebih banyak sindiran soal ketergantungan manusia pada teknologi, dan tentu saja, lebih banyak momen “tertawa sambil ngeri”. Tapi di balik semua itu, ada kegelisahan yang konsisten: ketakutan bahwa kita bukan lagi pengguna teknologi, melainkan objek yang diawasi olehnya.

M3GAN sendiri tetap menjadi pusat gravitasi film. Ia masih ikonik, masih tajam, dan kini jauh lebih manipulatif. Jika di film pertama ia seperti anak kecil yang salah didik, di sini ia terasa seperti remaja jenius yang sadar betul bahwa ia lebih pintar dari semua orang di ruangan. Dan itu jauh lebih menakutkan.

Apakah M3GAN 2.0 sempurna? Tidak sepenuhnya. Beberapa konflik terasa terlalu cepat diselesaikan, dan ada momen ketika film terlihat terlalu menikmati kecerdasannya sendiri. Namun sebagai sekuel, ia paham satu hal penting: horor tidak selalu soal darah, tapi soal kehilangan kendali.

M3GAN 2.0 adalah pengingat pahit bahwa masalahnya bukan pada mesin yang kita ciptakan, melainkan pada keinginan manusia untuk selalu merasa lebih unggul—bahkan ketika kita sedang membangun sesuatu yang bisa menggantikan kita sepenuhnya.

Dan seperti M3GAN yang tersenyum di balik mata kaca itu, film ini seakan berbisik pelan:
kamu mungkin mematikanku… tapi kamu tetap membutuhkanku.

Sutradara : Gerard Johnstone Penulis : Gerard Johnstone, Akela Cooper, James Wan Pemeran : Allison Williams, Violet McGraw, Ivanna Sakhno, Brian Jordan Alvarez, Jen Van Epps, Aristotle Athari, Timm Sharp, Jemaine Clement

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights