Awalnya saya tidak memiliki ekspektasi apapun ketika menonton film ini tetapi konsep ballerina yang tangguh terdengar menarik. Di luar dugaan saya justru menikmati film ini dari awal hingga akhir.
Film Pretty Lethal mengikuti lima ballerina yang berangkat menuju Budapest untuk mengikuti sebuah kompetisi yang akan mengubah karier mereka. Di tengah perjalanan, bus yang mereka kendarai mogok. Kelima ballerina tersebut, Bones, Princess, Grace, Chloe dan Zoe bersama dengan pelatih mereka Miss Thorna menemukan sebuah penginapan tua, Teremok Inn, tempat yang sejak awal sudah terasa… salah.
Teremok Inn dikelola oleh seorang mantan ballerina bernama Devora Kasimer, yang awalnya berusaha membantu para ballerina tersebut.
Tetapi ketika Miss Thorna melihat bahwa penginapan tersebut berbahaya dan berusaha mengeluarkan kelima ballerinanya, situasi langsung berubah menjadi mematikan dan para ballerina harus menjadikan tubuh terlatih mereka sebagai senjata untuk bertahan hidup.

Ide Pretty Lethal sebenarnya cukup menggelitik, bagaimana film ini mempertemukan dunia balet dan aksi pertarungan. Elegan tetapi mematikan. Adegan ini juga yang membuat saya memasukkan film ini ke daftar tontonan saya.
Karakter-karakter para ballerina nya pun diluar ekspektasi memberikan penampilan yang cukup meyakinkan. Sayangnya karakter Devora justru tidak terlalu menonjol padahal Uma Thurman sudah memberikan penampilan yang kuat tapi ia tidak diberikan ruang untuk benar-benar “hidup”.
Film ini mungkin bukan film yang luar biasa tetapi untuk saya film ini jelas menghibur dan bisa dinikmati.
Sutradara : Vicky Jewson Penulis : Kate Freund Pemeran : Maddie Ziegler, Iris Apatow, Lana Condor, Millicent Simmonds, Avantika, Lydia Leonard, and Uma Thurman
