Skip to content

R.L. Stine Pumpkinhead (2025) – movie review

Rating: 2.5 out of 5.

Film ini merupakan film horror remaja dengan nuansa petualangan, misteri, sekaligus sedikit komedi yang membuatnya terasa ringan.

Sesuai dengan ciri khas cerita-cerita R.L. Stine, film ini seperti pintu masuk menuju genre horror bagi penonton muda dan mungkin juga bagi penonton pemula genre horror. Film ini bukan horror brutal yang penuh darah, melainkan cerita tentang kutukan, kehilangan, dan ketakutan akan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara logika.

Cerita bermula ketika sebuah keluarga pindah dari kota New York ke kota kecil Redhaven, tepat saat musim panen dan perayaan Halloween. Kepindahan itu terasa berat untuk Sam yang berusia 13 tahun dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun situasi menjadi semakin aneh ketika kakaknya, Finn, tiba-tiba menghilang.

Bukan hanya sekadar menghilang, tetapi seperti tidak pernah ada. Bahkan sang ibu pun melupakan keberadaannya. Jejak Finn seolah terhapus dari realitas.

Di sinilah film mulai menemukan ritmenya. Teror tidak datang dengan intensitas ekstrem, melainkan lewat rasa penasaran dan atmosfer yang perlahan membangun ketegangan. Ada humor yang muncul di berbagai momen, membuat film terasa seperti perpaduan antara petualangan remaja dan horor ringan. Campuran ini membuat ketegangannya tetap terasa, tanpa menjadi terlalu berat untuk penonton muda.

Jumpscare yang digunakan cukup efektif, tidak berlebihan, sementara misteri di balik kutukan kota kecil itu menjadi penggerak utama cerita. Monster Pumpkinhead sendiri tidak sekadar hadir sebagai ancaman fisik, tetapi sebagai konsekuensi dari kesalahan manusia—sebuah pengingat bahwa setiap usaha membalas rasa sakit bisa memanggil sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Secara visual monster pumpkinhead ini tidak terasa seperti monster di skala horor remaja. Walaupun karakteristiknya mungkin tidak memiliki detail yang baru atau berbeda tetapi cukup menyeramkan, mengingat kemunculannya cenderung di saat terang.

Namun, bagi penonton horor hardcore, film ini akan terasa terlalu aman. Konflik emosionalnya sederhana, dan beberapa karakter mengikuti pola khas film remaja. Tapi justru kesederhanaan itu yang membuat film ini mudah diikuti dan cocok menjadi tontonan keluarga saat musim Halloween tiba. Platform Tubi tampaknya memang menargetkan film ini sebagai hiburan horor yang bisa dinikmati lintas usia.

Yang cukup mengejutkan, film ini menyimpan satu kejutan di bagian akhir—penutup yang terasa lebih gelap dan brutal dibanding keseluruhan tone filmnya. Seolah mengingatkan bahwa meski dikemas ringan, kisah tentang kutukan dan kehilangan tetap memiliki konsekuensi pahit.

Film ini memang bukan film horor yang mencekam, tapi cukup efektif sebagai cerita petualangan gelap tentang bagaimana satu kesalahan bisa membuka pintu pada sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.

Sutradara : Jem Garrard Penulis : Jem Garrard Pemeran : Bean Reid, Adeline Lo, Kevin McNulty, Bob Frazer, Matty Finochio, Seth Isaac Johnson

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights