Skip to content

This Is Not A Test (2025) – movie review

Rating: 2.5 out of 5.

Apa yang akan kamu lakukan jika dunia berakhir besok?

Berlari menyelamatkan diri? Mencari orang yang dicintai? Atau justru diam dan menerima semuanya?

Pertanyaan itulah yang menjadi inti dari This Is Not A Test. Di tengah wabah zombie yang meluluhlantakkan dunia, film ini tidak terlalu tertarik membahas bagaimana manusia bertahan hidup. Sebaliknya, ia lebih ingin mengajak penonton masuk ke dalam kepala seseorang yang bahkan sebelum kiamat datang sudah kehilangan alasan untuk terus hidup.

Film ini mengikuti Sloane Price, seorang remaja yang hidup dengan trauma mendalam akibat hubungan yang buruk dengan ayahnya. Ketika wabah zombie tiba-tiba menyebar dan menghancurkan kota, Sloane bersama beberapa siswa lain berusaha menyelamatkan diri dan terjebak di dalam sekolah mereka. Sementara dunia di luar berubah menjadi mimpi buruk, mereka harus berjuang menghadapi ancaman para zombie sekaligus konflik, ketakutan, dan luka emosional yang mereka bawa masing-masing.

Namun sejak awal, This Is Not A Test memberi sinyal bahwa ini bukan sekadar film tentang bertahan hidup dari serangan zombie.

Sloane bukanlah tipikal protagonis yang biasa kita temui dalam film zombie. Ia bukan petarung tangguh, bukan pemimpin kelompok, bahkan bukan sosok yang memiliki tekad besar untuk bertahan hidup. Ia adalah remaja yang dipenuhi trauma, kesepian, dan kelelahan emosional. Ketika dunia mulai runtuh, satu-satunya hal yang berubah hanyalah kini kehancuran itu terjadi juga di luar dirinya.

Di atas kertas, premis ini terdengar menarik.

Alih-alih menghadirkan zombie sebagai monster utama, film ini mencoba menjadikan trauma sebagai ancaman yang sebenarnya. Zombie hanyalah manifestasi dari dunia yang sedang sekarat, sementara luka batin para karakter menjadi medan perang yang sesungguhnya.

Masalah terbesar This Is Not A Test terletak pada eksekusinya. Film ini terlalu sering terjebak dalam dialog yang menjelaskan perasaan karakternya daripada membiarkan penonton merasakannya sendiri. Banyak momen emosional yang seharusnya menghantam justru terasa datar karena semuanya disampaikan secara verbal. Alih-alih tenggelam dalam penderitaan para karakter, kita justru lebih sering menjadi pendengar curahan hati mereka.

Sebagai film zombie, ketegangannya juga tidak pernah benar-benar mencapai puncak. Para zombie hadir, menyerang, dan sesekali menciptakan ancaman, tetapi keberadaan mereka lebih terasa seperti latar belakang daripada sumber teror utama. Akibatnya, film ini berada dalam posisi yang agak membingungkan: tidak cukup menegangkan sebagai film horor, namun juga tidak cukup tajam sebagai drama psikologis.

Meski begitu, bukan berarti film ini gagal total.

Atmosfer apokaliptik yang dibangun cukup efektif. Ada rasa putus asa yang terus menggantung di setiap adegan. Dunia yang perlahan runtuh terasa sunyi, dingin, dan kehilangan harapan. Olivia Holt juga memberikan performa yang solid sebagai Sloane, menghadirkan karakter yang rapuh tanpa membuatnya terasa menyedihkan secara berlebihan.

Yang paling menarik justru bagaimana film ini memandang kiamat. Bagi sebagian orang, akhir dunia adalah awal dari perjuangan untuk bertahan hidup. Namun bagi Sloane, kiamat terasa seperti cerminan dari kondisi yang sudah lama ia alami. Dunia di sekelilingnya baru saja hancur, sementara dunianya sendiri sebenarnya telah runtuh jauh sebelumnya.

Di situlah letak kekuatan sekaligus kelemahan film ini.

This Is Not A Test memiliki sesuatu yang ingin disampaikan, tetapi tidak selalu tahu cara menyampaikannya dengan efektif. Ia memiliki tema yang relevan, karakter yang menarik, dan ide yang cukup berani, namun terlalu sering memilih menjelaskan daripada memperlihatkan.

Pada akhirnya, ini bukan film zombie yang akan membuatmu ketakutan. Tetapi jika kamu tertarik pada kisah tentang trauma, kehilangan, dan manusia yang berusaha menemukan alasan untuk tetap hidup di tengah dunia yang sekarat, film ini mungkin layak untuk dicoba.

Sutradara : Adam MacDonald Penulis : Adam MacDonald Pemeran : Olivia Holt, Froy Gutierrez, Corteon Moore, Carson MacCormac, Chloe Avakian, Luke MacFarlane

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Verified by MonsterInsights