Film ini pada dasarnya menggabungkan tema bencana alam dengan survival dan ditengah-tengahnya diselipkan creature-feature dimana hiu masuk ke kota melalui bencana banjir tersebut. Penggabungan temanya merupakan ide yang menarik tetapi bagaimana dengan eksekusinya?
Film Thrash mengambil lokasi di sebuah kota pesisir kecil di South Carolina. Peringatan sudah terdengar sejak awal tapi tidak semua orang benar-benar mendengarkan. Ada semacam keyakinan karena badai di tempat ini bukanlah hal baru, bahwa badai ini akan berlalu dengan cepat.
Tetapi ternyata badai itu bukanlah masalah terbesar, karena saat air mulai naik, sesuatu ikut masuk bersama arus. Bukan hanya hiu biasa tetapi beberapa hiu banteng.
Yang menarik dengan konsep hiu dan bencana alam adalah dunia yang tiba-tiba kehilangan kendali, dimana alam dan predator bertemu, dan manusia terjebak di tengahnya.
Ide ini secara konsep memang cukup potensial, hurricane membuka jalan bagi hiu untuk masuk ke kota. Secara teori kombinasi ini bisa menghasilkan ketegangan tanpa henti. Tapi yang terjadi adalah film ini terasa seperti menahan diri.

Alih-alih membangun rasa takut yang konsisten, film ini lebih mengandalkan momen-momen kejutan yang datang dan pergi terlalu cepat. Serangannya brutal tetapi tidak benar-benar terasa menegangkan.
Timelinenya pun terasa longgar sehingga kondisi yang seharusnya penuh tekanan justru menjadi kurang menegangkan. Apalagi dengan adegan dimana seorang perempuan yang akan melahirkan, yang seharusnya bisa menambah intensitas tetapi justru terasa terlalu mulus.
Karakter-karakternya tidak buruk tetapi mungkin tidak memberi penonton cukup ruang untuk benar-benar peduli. Dalam film survival seperti ini, keterikatan emosional merupakan kunci. Tanpa itu, setiap kematian hanya jadi angka, bukan kehilangan.
Karena horror bukan hanya tentang ancaman, tapi tentang siapa yang terancam.
Film ini mungkin masih bisa dinikmati, tapi untuk sebuah horror—terutama yang bermain di ruang survival dan ketakutan primal—film ini terasa kurang tajam.
Sutradara : Tommy Wirkola Penulis : Tommy Wirkola Pemeran : Phoebe Dynevor, Whitney Peak, Djimon Hounsou, Matt Nable, Andrew Lees, Alyla Browne, Stacy Clausen, Dante Ubaldi, Sami Afuni, Chai Hansen
