Skip to content

Review Film Weapons (2025) – Horror Ambisius Zach Cregger yang mengoyak Batas Normal

Rating: 4 out of 5.

Zach Cregger bukan nama asing di dunia horor modern. Setelah sukses dengan film Barbarian, film horor yang mengubah premis sederhana—airbnb double booked—menjadi teror tak terduga, kini ia kembali lewat film Weapons, karya yang lebih ambisius, lebih gelap, dan jauh lebih liar.

Film ini membuktikan satu hal: Cregger tidak pernah membuat film horor yang “biasa-biasa” saja. Weapons adalah horor yang berlapis-lapis—gelap, mencekam, namun juga menyelipkan humor getir di sela-sela keputusasaan.

Di pusat cerita, ada Justine Gandy (Julia Garner). Ia masuk kelas keesokan paginya dan menemukan seluruh muridnya hilang. Hampir seluruhnya. Karena ada satu anak yang masih tertinggal: Alex (Cary Christopher). Pertanyaan pun muncul—mengapa hanya Alex yang tidak ikut? Apa yang membuatnya berbeda?

Tapi masyarakat tidak mau mencari jawaban. Mereka butuh seseorang untuk disalahkan. Dan Justine jadi sasaran empuk: dicap sebagai penyihir, dituding tahu sesuatu, atau dianggap sebagai penyebab tragedi. Di sinilah film menunjukkan sisi paling manusiawi dari horornya: ketakutan kolektif bisa lebih kejam daripada kejadian itu sendiri.

Premis Weapons terdengar seperti mimpi buruk yang mustahil, tapi justru disitulah letak kekuatannya. Alih-alih mengikuti pola klise, Cregger menciptakan sebuah peristiwa absurd yang mengundang rasa penasaran, pada jam 2:17 dini hari, 17 anak bangun dari tidurnya, keluar dari rumah, lalu berlari ke dalam gelapnya malam dengan tangan terentang, seolah sedang bermain pesawat-pesawatan.

Dari sini, Weapons membangun fondasi horornya—bukan dari monster atau darah, tapi dari paranoia, kemarahan, dan rasa kehilangan yang terus membusuk.

Cregger tidak menyajikan kisah ini dalam garis lurus. Weapons terbagi dalam bab-bab yang berfokus pada karakter, membuat film ini terasa seperti mozaik tragedi. Setelah Justine, kita dibawa ke Archer Graff (Josh Brolin), salah satu orang tua yang kehilangan anaknya. Lalu ada Paul si polisi (Alden Ehrenreich), James si pecandu (Austin Abrams), dan Marcus sang kepala sekolah (Benedict Wong). Lalu tentunya berakhir di Alex, yang memberikan jawaban atas seluruh tragedi yang terjadi.

Bukan hanya karakter-karakter itu saja, bahkan muncul karakter yang penampilannya tak terlupakan, yang menjadi sumber dari tragedi yang terjadi.

Gaya penceritaan ini bukan sekadar trik kosong—ia berfungsi untuk memperlihatkan bagaimana sebuah tragedi bisa dipahami dari sisi berbeda, dan bagaimana setiap versi kebenaran bisa saling melukai. Masing-masing sudut pandang menambah lapisan ketegangan.

Secara teknis, film ini juga mengesankan, menciptakan bahasa visual yang hidup, brutal tapi tetap elegan. Kamera sering ditempatkan ke tengah aksi—menempel pada pintu mobil yang dibanting, mengikuti langkah kaki yang panik, atau jatuh bersama tubuh ke tanah. Visual ini membuat film terasa hidup, dinamis, dan selalu membuat penonton tegang. Cregger menghindari trik murahan atau gaya visual yang terlalu “overcooked”. Hasilnya adalah atmosfer yang kuat tanpa harus kehilangan fokus cerita.

Akhirnya, Weapons adalah rollercoaster yang penuh lika-liku, menegangkan, dan tak terduga, tetapi bagian horornya tetap menghantam keras, terutama pada bab terakhir yang begitu mencekam. Bahkan respon penonton pada bagian ending ini membuat saya merenungkan kembali makna film ini secara keseluruhan.

Kamu bisa membacanya sebagai komentar sosial tentang amarah yang mendidih di balik wajah masyarakat modern. Atau kamu bisa menikmatinya semata sebagai perjalanan gila yang bikin jantungmu berdebar.

Weapons (2025) adalah bukti bahwa Zach Cregger merupakan seorang arsitek mimpi buruk yang tahu cara menggali ketakutan paling manusiawi. Film ini tidak hanya menakutkan, tapi juga menggugah—tentang paranoia, kebencian, kehilangan, dan cara masyarakat merespons tragedi.

Sutradara : Zach Cregger Penulis : Zach Cregger Pemeran : Julia Garner, Josh Brolin, Alden Ehrenreich, Austin Abrams, Cary Christopher, Benedict Wong, Amy Madigan

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights