Skip to content

Wednesday (2025) – season 2 review | Netflix

Rating: 4 out of 5.

Season kedua Wednesday kembali memadukan misteri, dark comedy, dan gothic horror – kali ini dengan skala yang lebih luas serta porsi keluarga Addams yang lebih tebal. Season kedua ini dirilis dalam dua bagian : Part 1 pada 6 Agustus 2025 dan Part 2 pada 3 September 2025.

Season 2 kali ini tidak hanya berfokus pada Wednesday Addams, tetapi juga memperdalam karakter keluarga Addams yaitu Morticia, Gomez, Hester, hingga Pugsley. Beberapa murid Nevermore pun mendapat highlight yang pas. Hasilnya, dunia sosial Wednesday terasa lebih hidup dan “aneh” dengan cara yang produktif, bukan sekadar dekorasi.

Jenna Ortega tentunya masih menjadi jangkar serial dengan ekspresi deadpan yang khas, dan ia berhasil menyeimbangkan misantropi Wednesday dengan empati yang pelit tapi tetap terasa.

Season ini membuka pintu lebih lebar pada dinamika keluarga Addams, ketika benang misteri utama mulai melandai, sub-plot keluarga dan persahabatan menjaga tensi emosi.

Sejauh apa integritas pribadi bisa dipertahankan tanpa menutup pintu kolaborasi? Hubungan Wednesday – Enid menjadi pusat emosional, menguji batas perbedaan, empati, dan kepercayaan.

Nuansa gotik yang dikelola Tim Burton tetap menjadi kekuatan utama. Set Nevermore, desain kostum, hingga tata warna gelap-kontras memberikan atmosfer yang khas. Beberapa adegan bahkan terasa sinematik, membuat serial ini melampaui standar drama remaja biasa.

Tetapi harus saya katakan bahwa sebagian episode khususnya di part 2 terasa sesak. Terlalu banyak benang merah misteri yang memikul twist sehingga tidak ada poin tertentu yang menonjol dan bisa menjadi highlight. Beban plot yang terlalu padat sehingga kadang kehilangan fokus karena terlalu banyak cabang cerita.

Formula investigasi Wednesday, temuan petunjuk, konfrontasi, fake out twist, masih menghibur. Penampilan Jenna Ortega pun masih konsisten dalam memikat penonton. Emma Myers juga mendapat porsi yang penting, bahkan Agnes pun memiliki peran yang cukup menarik.

Penampilan Lady Gaga yang muncul sepintas tetapi justru membuat saya semakin penasaran. Sepertinya karakter ini akan digali lebih dalam di season 3. Terlepas dari ceritanya yang terlalu padat, saya sangat menyukai pilihan karakter-karakternya.

Season dua ini memang lebih luas dan lebih “Addams” : keluarga, sejarah, dan politik internal komunitas supranatural mendapat sorotan. Tetapi di sisi lain, kelebihan subplot membuat impact twistnya tidak selalu setajam season 1. Secara keseluruhan, S2 lebih ambisius dan world-building-nya memuaskan, tetapi konsistensi momentum kadang membayar harga.

“Wednesday – Season 2” adalah lanjutan yang padat ide, stylish, dan masih sangat menghibur—terutama ketika ensemble dibiarkan bermain dan Burton memegang kemudi estetika. Kelemahannya bisa jadi datang dari padatnya cerita dan beberapa twist yang kehilangan bobot. Namun sebagai paket, season ini berhasil mempertahankan daya pikatnya.

Kreator : Alfred Gough & Miles Millar Sutradara : Tim Burton, Angela Robinson Pemeran : Jenna Ortega, Steve Buscemi, Catherine Zeta-Jones, Emma Myers, Joy Sunday, Luis Guzmán, Hunter Doohan, Billie Piper, Isaac Ordonez, Victor Dorobantu, Georgie Farmer, Moosa Mostafa, Evie Templeton, Owen Painter, Noah Taylor, Luyanda Unati Lewis-Nyawo, Joanna Lumley, Lady Gaga, Frances O’Conner

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights