Skip to content

Clown in a Cornfield (2025) – movie review

Rating: 2.5 out of 5.

Diadaptasi dari novel horor karya Adam Cesare, film ini mengambil setting klasik horror Amerika: kota kecil, ladang jagung, dan tentu saja… badut menyeramkan. Tapi meskipun premisnya terdengar familiar, film ini punya cukup daya tarik untuk membuat saya bertahan menonton hingga akhir.

Sinopsis. Quinn Maybrook dan ayahnya baru pindah ke kota kecil bernama Kettle Springs, berharap bisa memulai hidup baru yang lebih tenang. Tapi tentu saja, hidup tenang itu cuma mimpi. Kota ini punya rahasia kelam—dan begitu malam pesta remaja dimulai di ladang jagung, satu persatu dari mereka mulai diburu oleh Frendo, badut mengerikan yang dulunya merupakan maskot Baypen, pabrik yang pernah menjadi kebanggaan kota tersebut.

Apakah ini hanya ulah iseng anak-anak? Atau ada sesuatu yang lebih berbahaya di balik topeng badut itu?

Review. Yang bikin Clown in a Cornfield menonjol dari film slasher lainnya adalah keberaniannya mengangkat tema sosial di balik darah dan teriakan. Ini bukan cuma soal pembantaian di ladang jagung—tapi juga tentang benturan antara generasi tua dan muda.

Ada bagian menarik tentang bagaimana generasi muda sering disalahkan atas perubahan zaman. Kota Kettle Springs seperti gambaran karikatural dari masyarakat konservatif yang takut kehilangan kendali atas “tata nilai lama”.

Walaupun tema tersebut menjadi latar belakang cerita dan motif yang menarik tetapi tentunya tetap saja terasa psycho. Dan ketika mengetahui apa yang terjadi jujur saya merasa sedikit kecewa.

Salah satu yang menjadi daya tarik film ini buat saya adalah Katie Douglas yang memerankan Quinn. Ia menjadi salah satu aktris favorit saya setelah menonton Level 16 dan The Girl Who Escaped : The Kara Robinson Story. Rasanya ia belum mendapatkan film horror yang benar-benar cocok dengan karakternya.

Pilihan pemeran remaja lainnya pun cukup berwarna, dinamika antar karakternya membuat saya agak lebih perduli dengan siapa yang selamat.

Para remaja ini disatu sisi memang bersikap layaknya seperti remaja-remaja pada umumnya, yang menikmati membuat video-video prank dan mengubah image badut Frendo. Kurang memiliki rasa tanggung jawab dan hormat.

Tetapi disisi lain generasi tua di Kettle Springs juga tidak berusaha mendengarkan mereka bahkan menyatakan bahwa mereka menolak perubahan, mereka tidak sepenuhnya “innocent“.

Secara visual, adegan-adegan di tengah ladang jagung ini memang cukup mencekam tetapi juga bagus.

Walaupun secara garis besar film ini tidak membawakan sesuatu yang benar-benar berbeda tetapi overall filmnya cukup menarik, dan yang jelas saya menyukai kemunculan Katie Douglas dalam film ini.

Sutradara : Eli Craig Penulis : Eli Craig, Carter Blanchard, Adam Cesare Pemeran : Katie Douglas, Aaron Abrams, Carson MacCormac, Vincent Muller, Kevin Durand, Will Sasso, Cassandra Potenza, Verity Marks, Ayo Solanke, Alexandre Martin Deakin

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights