Skip to content

Dangerous Animals (2025) – movie review

Rating: 3 out of 5.

Film ini memang tampak seperti B-movie, tetapi sebenarnya dirakit oleh seseorang yang tahu benar bagaimana memadukan atmosfer, tensi psikologis, dan kekerasan.

Byrne memulai film ini dengan brutal, sepasang turis tidak sengaja masuk ke dalam “bisnis” gelap milik Tucker (Jai Courtney), seorang pria yang memadukan pesona dan ancaman seperti dua sisi gigi hiu. Courtney memainkannya dengan sempurna: tersenyum, ramah, tapi ada sesuatu yang menyeretmu ke ketidaknyamanan setiap ia memandang.

Dan tidak butuh waktu lama sebelum Byrne menunjukkan siapa Tucker sebenarnya: pembunuh berantai yang menggunakan hiu sebagai alat eksekusi. Bagi Tucker, hiu bukan sekadar predator—mereka adalah dewa yang menuntut persembahan.

Yang menarik, Byrne dan penulis Nick Lepard menahan diri untuk tidak menguraikan psikologi Tucker secara berlebihan. Tidak ada monolog villain berkepanjangan. Tidak ada drama tentang masa lalu. Hanya obsesi, ritual, dan kekejaman yang terasa sangat… manusiawi, dan itu justru membuatnya semakin menyeramkan.

Setelah pembukaan yang brutal, film bergeser pada Zephyr, seorang peselancar nomaden, yang memberi sedikit napas sebelum film kembali membenamkan kita ke dalam teror. Saat Tucker menemukan Zephyr, kita menemukan inti film, duel di tengah laut gelap, ditemani hiu besar. Byrne mengunci ruang lingkup cerita menjadi sangat sempit, dan justru di situ kekuatannya. Tidak ada kemungkinan munculnya rombongan penyelamat. Ini murni pertarungan insting bertahan hidup.

Meski film ini dipenuhi predator laut, inti ceritanya tetap mengarah pada satu hal: bahwa manusia bisa jauh lebih buas dibandingkan makhluk apa pun di alam liar.

Tucker bukan hanya antagonis; dia adalah refleksi dari naluri gelap yang bisa muncul ketika obsesi dan trauma tidak pernah diproses. Sebaliknya, Zephyr adalah pengingat bahwa insting bertahan hidup juga memiliki sisi yang kejam.

Film ini membuktikan bahwa teror bukan soal suara keras atau kejutan mendadak—melainkan soal bagaimana manusia bisa berubah menjadi predator paling mematikan ketika dorongan paling liar dalam diri mereka diaktifkan.

Sutradara : Sean Byrnes Penulis : Nick Lepard Pemeran : Jai Courtney, Hassie Harrison, Josh Heuston

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights