Salah satu yang jelas terlihat adalah film Salmokji : Whispering Water ini seakan sengaja dibuat seperti mimpi buruk yang bermain di wilayah ambigu dan pelan-pelan mengaburkan realita.
Kadang adegannya terasa nyata lalu tiba-tiba seakan seperti rekaman ulang dan halusinasi.
Film ini bercerita tentang Han Su-in yang membawa lima rekannya menuju sebuah waduk terpencil bernama Salmokji—tempat yang belakangan ramai dibicarakan karena penampakan kepala seorang wanita yang muncul di tengah air.
Awalnya, mereka datang hanya untuk mendokumentasikan. Mengambil gambar, merekam suasana, mencari bukti. Lalu melalui monitor kameranya, Su-in sekilas melihat bayangan hitam diantara pepohonan, dan setelahnya suasana perlahan berubah.
Semakin lama mereka berada di waduk tersebut, rasa takut perlahan merayap. Dan keraguan pun mulai mengikuti, apakah yang mereka lihat itu nyata atau hanya halusinasi.
Film ini berusaha membangun rasa tidak aman dengan mengaburkan batas realita dan membuat karakter-karakternya perlahan semakin hancur dengan permainan pikirannya sendiri.
Walaupun secara cerita masih terasa banyak hal yang rasanya tidak utuh dan mungkin untuk sebagian penonton akan terasa kurang memuaskan, belum lagi timelinenya juga kadang terasa tumpang tindih, tetapi dari segi psychological horror yang sengaja mengacaukan persepsi, dan bagaimana karakter-karakternya seakan terperangkap tanpa benar-benar tahu apa yang sebenarnya mereka sedang hadapi, mungkin dalam hal ini pendekatannya sudah berada di arah yang benar.
Air disini bukan cuma sekedar lokasi horror tapi juga sebagai simbol utama dan secara visual maupun naratif, menjadi metafora kondisi mental para karakternya bahwa apa yang kami lihat bisa jadi cuma “pantulan”, bukan kenyataan.
Tempat tersebut juga menjadi sumber dari semua rasa takut, rasa bersalah, dan kenangan buruk yang tenggelam lalu muncul kembali, sehingga semakin dekat dengan tempat itu, semakin sulit membedakan realita dan ilusi.
Sayangnya, film ini seperti menahan satu hal penting: penjelasan yang benar-benar berarti tentang waduk itu sendiri. Karena itu, ketika semuanya mencapai puncak, ceritanya terasa kehilangan arah—dan pada akhirnya jatuh menjadi sekadar kisah bertahan hidup yang cukup familiar.
Yang saya rasakan adalah film ini bukan untuk mencari jawaban pasti tetapi bagaimana efek dan respon setiap karakter ketika menghadapi ketidakpastian, rasa takut dan isolasi.
Sutradara : Lee Sang-min Pemeran : Kim Hye-yoon, Lee Jong-Won, Kim Jun-han, Kim Young Sung, Oh Dong-min, Yoon Jae-chan, Jang Da-ah
