Bagaimana bila kamu harus bekerja sendirian di minimarket pada tengah malam?
Film yang diadaptasi dari game horor indie karya Chilla’s Art ini mengikuti Yukino, mahasiswi yang bekerja shift malam di sebuah minimarket. Awalnya pekerjaannya terlihat seperti rutinitas biasa—menata barang, melayani pelanggan, membersihkan toko, dan menunggu waktu sampai shift selesai.
Sampai beberapa kejadian aneh mulai muncul.
Dan perlahan, minimarket yang tadinya hanya tempat mencari uang tambahan berubah menjadi tempat yang membuat Yukino tidak yakin apakah ia benar-benar sendirian.
Setting minimarket di malam hari sebenarnya cukup efektif. Tempat yang seharusnya aman, terang, dan familiar, justru terasa asing ketika hanya ada satu pegawai di tengah malam.
Rak-rak yang panjang, lorong kosong, pintu otomatis, suara mesin, barang yang seolah berubah posisi dan pelanggan yang datang pada waktu yang tidak wajar menjadi sumber ketegangan. CCTV yang seharusnya membantu memastikan keamanan, malah membuat kita semakin curiga.
Sayangnya atmosfernya terasa lebih menarik dan menegangkan tetapi alur ceritanya justru sebaliknya.
Ada beberapa bagian yang berhasil menciptakan rasa “something is wrong here” tanpa langsung memperlihatkan apa yang terjadi. Kamera juga cukup sering bermain dengan POV dan framing sempit sehingga kita seperti ikut menjadi pegawai yang harus mengawasi toko.
Kelemahan mulai muncul di paruh kedua. Bagian awal dengan formula : perempuan sendirian, shift malam, muncul pelanggan aneh, kejadian semakin tidak masuk akal, sebenarnya cukup berhasil.
Tetapi film kemudian memperluas cerita dengan karakter dan subplot tambahan, yang membuat misterinya malah terasa semakin kurang jelas.
Film ini juga cukup sering menggunakan jumpscare. Efeknya memang langsung terasa tetapi cepat hilang.
Padahal setting minimarket sebenarnya memungkinkan film membangun paranoia yang jauh lebih menarik: apakah pelanggan tadi benar-benar manusia? Apakah benda di rak berubah posisi? Apakah seseorang terlihat di CCTV tetapi tidak ada di toko?
Menurutku film justru seharusnya lebih banyak mengeksplorasi hal-hal seperti itu.
The Convenience Store punya tempat yang sempurna untuk sebuah film horor, dan tahu bagaimana membuat tempat itu terasa menyeramkan—sayangnya, ketika film mulai menjelaskan terlalu banyak, justru misteri yang membuatnya menarik perlahan menghilang.
Sutradara : Jirô Nagae Penulis : Chilla’s Art Pemeran : Kotona Minami, Terunosuke Takezai, Tetta Seki
