Skip to content

The Great Flood (2025) – movie review

Rating: 3.5 out of 5.

The Great Flood terasa seperti film yang datang dengan niat sangat serius: bencana besar, trauma personal, dan ide-ide eksistensial tentang manusia, ingatan, serta teknologi. Kim Byung-woo jelas tidak ingin sekadar membuat film tentang bencana dan survival yang memamerkan kehancuran. Ia ingin sesuatu yang berbeda.

Film ini langsung dibuka dengan banjir besar yang bukan hanya latar, tapi ancaman nyata—air yang naik perlahan, ruang yang menyempit, dan kepanikan yang terasa. Di fase awal ini, The Great Flood bekerja sangat baik sebagai survival thriller. Ada ketegangan dan rasa putus asa serta sensasi bahwa setiap keputusan bisa berujung fatal. Secara visual, film ini sangat meyakinkan. Gambaran bahwa dunia akan tenggelam meskipun hanya menyorot di apartemen tersebut sudah cukup membuat suasananya terasa sangat mencekam.

An Na terjebak bersama putranya Ja In di dalam apartemen ketika banjir melanda. An Na yang ternyata merupakan salah satu ilmuwan penting dalam menciptakan emosi untuk kehidupan baru ini berusaha diselamatkan oleh Hee-jo. Tetapi setelah perjuangan ketiganya untuk mencapai puncak apartemen, ceritanya pun bergeser.

Film mulai bergeser menuju bagian kedua, bagian yang banyak dikritik dan banyak pula yang kesulitan untuk memahaminya. Bencana alam perlahan menjadi pintu masuk menuju gagasan yang jauh lebih abstrak: tentang teknologi, memori, simulasi, dan pilihan manusia. Di titik ini, The Great Flood mungkin akan terasa seperti film yang aneh buat sebagian besar orang.

Ya mungkin penyusunan alur ceritanya masih kurang halus dan bagi beberapa orang terasa narasi seperti melompat-lompat, walaupun kaos yang dipakai An Na sudah sangat meng-highlight apa yang sedang terjadi.

Dan karena itu pula sehingga momen yang seharusnya bisa lebih dirasakan menjadi terlewat, karena sepertinya penonton terlalu sibuk berpikir keras menghubungkan setiap part.

Kim Da-mi dan Park Hae-soo sebenarnya menjadi jangkar emosional yang kuat. Akting mereka terasa tulus, terutama saat film kembali ke ranah personal: rasa bersalah, kehilangan, dan dorongan untuk memperbaiki sesuatu yang sudah terlambat. Dan harus saya akui meskipun banyak hal yang bisa menyentuh emosi tapi kali ini memang terasa kurang tersampaikan, apalagi bagian kedua merupakan perjuangan An Na untuk menemukan Ja In.

Secara tidak langsung bagian kedua ini menggambarkan perjuangan seorang ibu yang pantang menyerah hingga akhir.

Mungkin The Great Flood akan lebih bisa diterima ketika ia bercerita hanya dalam lingkup bencana dan survival. Tapi bisa jadi Kim Byung-woo memang tidak berniat untuk mengambil jalan mudah.

Saya justru merasa film ini punya banyak hal yang menarik, terutama menggabungkan bencana, survival dan juga teknologi dan eksperimen untuk mengembangkan sisi kemanusiaan pada sebuah peradaban baru yang tidak dikembangkan secara biologis. Hanya saja mungkin film ini belum sepenuhnya menemukan bentuk terbaiknya.

Bagaimana menurutmu?

Film The Great Flood ini bisa kamu tonton di Netflix mulai 19 Desember 2025.

Sutradara : Kim Byung-woo Penulis : Kim Byung-woo Pemeran : Kim Da-mi, Park Hae-soo, Kwon Eun-sung

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d bloggers like this:
Verified by MonsterInsights